Samarinda – Seperti alarm yang terus berbunyi, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, meminta Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan perhatian lebih terhadap sektor pendidikan dan kesehatan di dua daerah tersebut.
“Kubar dan Mahulu itu juara satu dari bawah untuk IPM. Padahal kita ingin posisi di atas nasional,” ungkap Ekti dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan RPJMD 2025–2029, Senin (5/5/2025) yang lalu, di Pendopo Odah Etam, Komplek Kantor Gubernur Kaltim.
Ia menegaskan bahwa rendahnya IPM di wilayah pedalaman menunjukkan lemahnya pembangunan manusia yang harus segera diatasi bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Peningkatan IPM, menurutnya, hanya bisa tercapai jika sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas.
“Visi-misi itu indikatornya pasti terkait dengan pendidikan dan kesehatan. Itu yang kita minta ditargetkan,” tegas politisi Partai Gerindra itu.
Sebagai langkah konkret, Ekti menyampaikan bahwa dalam RPJMD Kaltim telah dirancang pembangunan sekolah unggulan di setiap kabupaten/kota. Untuk Kutai Barat dan Mahakam Ulu, masing-masing akan dibangun satu sekolah unggulan sebagai model pendidikan berkualitas.
“Untuk Kubar dan Mahulu, masing-masing akan dibangun satu sekolah unggulan. Targetnya, semua 10 kabupaten/kota di Kaltim harus punya. RPJMD itu kan lima tahun. Mungkin 2026 pembebasan lahan, 2027 mulai pembangunan, 2028 pengisian, 2029 baru beroperasi,” jelasnya.
Selain pendidikan, pembangunan rumah sakit juga masuk dalam program prioritas provinsi. Ekti menyebut, saat ini pemerintah kabupaten tengah melakukan pembebasan lahan untuk mendukung pembangunan rumah sakit daerah.
“Khusus rumah sakit, memang butuh lahan besar. Tapi teknisnya itu dari Pemkab masing-masing,” ujarnya. Ia memperkirakan kebutuhan lahan untuk rumah sakit berkisar antara 20 hingga 30 hektare per lokasi.
Ekti berharap pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan ini tidak sekadar menjadi janji, tetapi benar-benar terwujud dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai, hanya dengan membenahi kualitas SDM, daerah-daerah tertinggal seperti Kubar dan Mahulu bisa mengejar ketertinggalannya.
Langkah ini, menurutnya, juga sejalan dengan strategi nasional dan visi Gubernur Kalimantan Timur untuk mengangkat IPM provinsi ke atas rata-rata nasional. (ADV).
