Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama DPRD Jember menggelar Rapat Paripurna Istimewa, Jumat (14/8/2026). Agenda tersebut digelar untuk mengikuti pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto secara daring dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus menyimak pidato Presiden Prabowo Subianto.
Gus Fawait menilai, pidato Presiden memberikan pesan optimisme terhadap kondisi Indonesia yang tercermin dari sejumlah indikator ekonomi dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita tahu bersama bahwa optimisme ini semakin membesar berdasarkan indikator-indikator dan angka-angka yang bisa dipertanggungjawabkan, yaitu angka dari BPS dan lembaga-lembaga independen lainnya,” kata Gus Fawait.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama yang menjadi salah satu capaian tertinggi dalam 13 tahun terakhir merupakan pertanda positif bagi perekonomian Indonesia.
Namun, ia menegaskan pesan Presiden agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
“Pesan Presiden jelas, bahwa pertumbuhan ekonomi ini jangan sampai dinikmati oleh segelintir orang. Ini harus dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Gus Fawait mengatakan, Pemkab Jember berupaya menerjemahkan pesan tersebut melalui berbagai kebijakan dan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Beberapa di antaranya melalui pelayanan kesehatan dengan program homecare, pelayanan kesehatan gratis, hingga program beasiswa bagi masyarakat Jember.
“Ini bagian dari sistem yang dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama kawan-kawan yang selama ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan berbagai program tersebut merupakan bentuk implementasi dari arahan Presiden sekaligus hasil kolaborasi seluruh jajaran Pemkab Jember bersama Forkopimda.
Selain pertumbuhan ekonomi, Gus Fawait juga menyoroti sektor pangan. Ia menyebut produksi padi dan beras Jember pada 2025 berhasil masuk dalam tiga besar.
Untuk menghadapi tantangan ketidakstabilan cuaca serta ancaman fenomena El Nino, Pemkab Jember telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya pembangunan dan optimalisasi sistem irigasi pompanisasi (irpom), serta perluasan dan optimalisasi lahan pertanian (Oplah).
“Dengan perhatian pemerintah kepada Kabupaten Jember, mulai dari pembangunan embung, optimalisasi lahan, bahkan kita mendapatkan support penuh dari TNI-Polri, saya yakin kita bisa lebih siap dibanding sebelumnya,” pungkasnya.
Rapat paripurna istimewa tersebut menjadi momentum bagi Pemkab Jember untuk memperkuat komitmen dalam menerjemahkan pesan kemerdekaan melalui pembangunan yang inklusif, pemerataan kesejahteraan, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan ketahanan pangan daerah. (ADV)
