Labuan Bajo – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-52 Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menyemarakkan wisata dan ekonomi lokal dengan perputaran uang yang mencapai Rp 100 miliar selama empat hari penyelenggaraan.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, mengungkapkan bahwa perhelatan tersebut, yang berlangsung dari 25 hingga 27 April 2024, diikuti oleh hampir 1.000 anggota dan keluarga besar REI dari seluruh Indonesia. “Nilai perputaran uang sekitar Rp 100 miliar,” ungkap Joko kepada para awak media usai perayaan HUT ke-52.
Joko juga menegaskan bahwa REI merupakan salah satu organisasi swasta yang mampu membawa pengaruh besar terhadap industri pariwisata Kabupaten Manggarai Barat. Selain event-event skala nasional dan internasional yang dihelat oleh pemerintah, perayaan HUT ke-52 REI turut berkontribusi signifikan terhadap sektor-sektor terkait seperti perhotelan, kuliner, kerajinan tangan, transportasi, jasa hiburan, dan lainnya.
Ketua DPD REI Nusa Tenggara Timur, Bobby Pitoby, menambahkan bahwa berbagai sektor ikutan seperti perhotelan, kuliner, kerajinan tangan, transportasi, jasa hiburan, event organizer, penampil hiburan, tour and travel services, MICE, dan lain-lain juga mendapat keuntungan dari perayaan tersebut. “Acara gala dinner yang berlangsung di Marina Waterfront menjadi komponen terbesar diikuti oleh biaya akomodasi, konsumsi, dan oleh-oleh, serta biaya tour ke Taman Nasional Komodo,” jelas Bobby.
Selain memberi dampak positif terhadap perekonomian lokal, perayaan HUT ke-52 REI juga berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan asli daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat. Dengan demikian, acara ini tidak hanya merayakan keberhasilan REI selama setengah abad, tetapi juga memperkuat sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendukung pembangunan ekonomi dan pariwisata daerah.
Dengan demikian, perayaan HUT ke-52 REI di Labuan Bajo tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menggambarkan betapa pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
