Samarinda – Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru-baru ini merilis hasil survei yang mencakup sejumlah aspek isu nasional, termasuk perihal Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Berdasarkan hasil survei, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) naik ke peringkat ketiga dengan 6,2%. Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim Ali Hamdi bersyukur atas perolehan suara PKS tersebut. Menurutnya, capaian ini tidak membuatnya puas diri.
“Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah atas hasil LSI ini. Kami terus lakukan kerja keras meraih simpati masyarakat,” ungkap Ali Hamdi.
Menurutnya, Hasil Survei ini justru ini menjadi semangat bagi kader dan simpatisan untuk terus bekerja keras meraih hati masyarakat.
“Perolehan ini tidak membuat kami tepuk dada. Target kami adalah 15 persen sesuai amanat dari Musyawarah Majelis Dewan Syura PKS,” terangnya.
Hasil survei LSI tersebut diumumkan pada Selasa (11/7/2023). Survei ini ditargetkan pada warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau telah menikah dan memiliki telepon seluler, yang mencakup sekitar 83% dari total populasi nasional. Survei dilakukan dalam rentang waktu 1 hingga 8 Juli 2023.
Metode yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah random digit dialing (RDD), yang merupakan teknik pemilihan sampel melalui pembangkitan nomor telepon secara acak.
Pewawancara yang telah mendapatkan pelatihan khusus melaksanakan wawancara dengan responden melalui telepon.Dengan menggunakan teknik RDD, sebanyak 1.242 responden dipilih sebagai sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.
Margin of error atau batas kesalahan survei diperkirakan sebesar ±2.8% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan asumsi simple random sampling.
Pada survei ini, responden diberikan pertanyaan sebagai berikut: “Jika pemilihan anggota DPR diadakan saat ini, partai atau calon dari partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih dari daftar partai berikut ini?… (%)” Hasilnya adalah sebagai berikut:PDIP 23,7%Gerindra 14,2%PKS 6,2%Golkar 6,0%PKB 5,7%NasDem 5,5%Demokrat 4,4%Perindo 4,1%PPP 2,5%PAN 2,5%PSI 0,9%Garuda 0,7%Hanura 0,5%Gelora 0,3%Buruh 0,3%Ummat 0,3%PBB 0,1%PKN 0,0%TT/TJ 21,9%.
Menurut Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, terlihat bahwa belum ada perubahan signifikan dalam pemilihan partai politik oleh responden. PDIP masih tetap unggul dan diikuti oleh Partai Gerindra.
“Partai-partai lainnya bersaing ketat, seperti PKS, Golkar, PKB, NasDem, Demokrat, dan Perindo. Persaingan di antara partai-partai tersebut terjadi dengan angka yang cenderung ketat,” ungkap Djayadi.
Djayadi menjelaskan bahwa sebagian responden masih belum memutuskan partai mana yang akan mereka pilih. Diperkirakan alasan belum adanya keputusan dari responden tersebut adalah karena masalah administrasi Daftar Calon Tetap (DCT) dan Daftar Calon Sementara (DCS).
“Secara umum, belum terjadi perubahan yang signifikan dalam pemilihan partai politik oleh responden,” tambahnya.
