Jember – Dalam agenda Bunga Desaku edisi ke-IV di Kecamatan Arjasa, Bupati Jember Muhammad Fawait mengunjungi Situs Purbakala Duplang di Desa Kamal, lereng Gunung Argopuro, Sabtu (30/8/2025). Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga warisan sejarah sebagai bagian penting pembangunan Jember ke depan.
Di antara jejak batu purbakala yang telah berdiri sejak ratusan tahun, Bupati menyaksikan langsung peninggalan leluhur yang sarat nilai sejarah. Ia menilai, keberadaan situs ini menyimpan potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai wisata edukasi sekaligus penguat identitas daerah. “Situs ini menyimpan cerita panjang tentang bagaimana leluhur kita hidup, berproses, dan meninggalkan warisan peradaban. Potensi seperti ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi edu wisata yang bisa memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Situs Duplang dikenal menyimpan berbagai artefak arkeologis seperti menhir, watu kenong, hingga dolmen. Menurut Bupati, warisan tersebut bukan sekadar benda mati, melainkan saksi bisu perjalanan manusia yang harus dihidupkan kembali melalui edukasi budaya dan pariwisata.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengenali sejarah daerahnya. Menurutnya, pembelajaran sejarah tidak cukup hanya lewat buku, melainkan harus disertai pengalaman langsung di lapangan. “Anak-anak harus dibawa ke sini. Jangan sampai generasi muda Jember buta sejarahnya sendiri. Banyak warga Jember yang belum tahu situs ini, bahkan mungkin warga luar Jember pun tidak,” tegasnya.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pemkab Jember berencana melibatkan Dinas Pariwisata dalam pengelolaan dan pengembangan Situs Duplang. Dengan perencanaan yang matang, kawasan ini diharapkan mampu menjadi destinasi wisata edukatif yang tidak hanya memperkaya pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa pembangunan Jember tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, melainkan juga menjaga dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas daerah. (ADV).
