Lombok Timur – Di tengah kemajuan teknologi dan era digital yang terus menggerus nilai-nilai kebangsaan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lombok Timur menggelar kegiatan strategis berupa Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) yang dirangkaikan dengan peresmian sekretariat baru, pada 3–4 Januari 2026. Kegiatan ini menegaskan tekad GMNI untuk tetap teguh pada Marhaenisme di tengah tantangan era Society 5.0.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta PPAB yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Lombok Timur mengikuti rangkaian materi ideologis, diskusi nilai-nilai perjuangan Bung Karno, dan penguatan semangat nasionalisme. Agenda ini dipandang tidak sekadar sebagai formalitas kaderisasi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat posisi organisasi mahasiswa nasionalis di level daerah.
“PPAB ini merupakan bentuk perekrutan kader baru dengan tujuan membentuk kader GMNI yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai Marhaenisme dan nasionalisme dalam menjawab tantangan zaman, khususnya di era 5.0,” ungkap Ketua DPC GMNI Lombok Timur, Sarinah Ainun Samidah, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya, mahasiswa harus tetap memegang nilai-nilai perjuangan di tengah gempuran teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) agar tidak kehilangan orientasi kebangsaan. Kaderisasi ideologis menjadi fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan gerakan organisasi.
Momentum PPAB juga dimanfaatkan untuk meresmikan Sekretariat DPC GMNI Lombok Timur. Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Sarinah, disaksikan langsung oleh peserta, pengurus, dan tamu undangan dari unsur pemerintah daerah dan kepolisian.
“Sekretariat ini kami maksudkan sebagai pusat aktivitas organisasi DPC GMNI Lombok Timur, ruang dialektika, dan ruang intelektual kader,” lanjut Sarinah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala KESBANGPOLDAGRI Kabupaten Lombok Timur, Kabid Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Lombok Timur, dan Kasat Intelkam Polres Lombok Timur. Dalam sambutannya, Kepala Kesbangpoldagri menekankan pentingnya nasionalisme di era disrupsi teknologi.
“Sebagai seorang kader, tanamkanlah nilai-nilai nasionalisme yang sesuai dengan tantangan zaman digitalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan. Selain itu, kader juga harus mampu mengantisipasi masuknya ajaran ideologi-ideologi yang dapat merusak dan menghancurkan bangsa ini di kemudian hari,” pesannya.
Dengan hadirnya sekretariat baru dan kaderisasi ideologis yang diperkuat melalui PPAB, GMNI Lombok Timur berharap mampu melahirkan kader-kader yang tidak hanya adaptif dan kritis, tetapi juga setia memperjuangkan nilai-nilai kerakyatan dan nasionalisme di tengah derasnya perubahan zaman.
