Gerbang ekowisata membuka pandangan baru di Desa Swarga Bara. Dusun Kabo Jaya menjadi pintu utama menuju kawasan Prevab Mentoko di Taman Nasional Kutai—tempat observasi orangutan dan trekking hutan hujan dataran rendah.
Fenomena kekinian menunjukkan bahwa Desa Swarga Bara, yang dulunya dikenal sebagai “Sangatta Baru”, kini telah menjadi desa multikultural penuh potensi wisata sejarah dan alam.
Dusun Kabo Jaya menawarkan berbagai daya tarik: trekking di hutan Prevab, susur Sungai Sangatta, dan Telaga Batu Arang bekas tambang yang kini menjadi danau eksotis.
Penduduk desa terdiri dari lima etnis—Banjar, Toraja, Bugis, Timor, dan Jawa—hidup harmonis. Tour kampung menampilkan tarian, batik motif Wakaroros, serta kuliner seperti barongko, ongol‑ongol, dan dadar gulung. Ada pula souvenir dari bahan daur ulang serta bazar kuliner setiap Sabtu sore.
“Swarga Bara adalah representasi Indonesia kecil… keberagaman adalah kekayaan yang harus kita jaga.” kata kepala desa Wahyuddin Usman, yang menegaskan visi desa sebagai pusat ekowisata mandiri dan sejahtera.
Kegiatan lanjutan meliputi agro wisata: pertanian (padi, jagung, cabai), perkebunan buah tropis, dan peternakan terpadu sapi dan bebek dari BUMDes bersama Pokdarwis. Hasil peternakan bebek dipasok ke restoran lokal seperti “Bebek Pak Ndut”.
Fasilitas di desa mencakup dermaga kapal ketinting sebagai akses ke TNK, homestay sederhana, serta warung lokal. Namun, tantangan masih ada: ketiadaan event wisata tahunan, perlengkapan keselamatan terbatas, kurangnya paket wisata terstandarisasi, dan pemasaran massal yang belum optimal.
Rencana pengembangan termasuk:
- Menjadikan Kabo Jaya ikon desa ekowisata multikultur.
- Menyelenggarakan event tahunan yang melibatkan semua etnis.
- Membangun dermaga representatif.
- Memperkuat kemitraan dengan HPI, biro wisata, dan pihak TNK.
- Meningkatkan kualitas SDM pengelola wisata oleh Pokdarwis lokal.
Beberapa strategi ini diharapkan menjadikan Dusun Kabo Jaya lebih dari sekedar pintu masuk TNK, tapi destinasi utama edukasi dan pengalaman budaya di Kutai Timur.
