Malam hujan di Bandung seolah menjadi pertanda dimulainya perburuan rasa. Saat udara menurun dan angin tipis menggigit kulit, hanya satu hal yang terlintas di pikiran: semangkuk kuah hangat penuh cita rasa. Apakah itu soto lobak khas, bakso urat yang renyah di lidah, atau mie kocok kikil dengan kaldu sapi yang legit.
Berangkat dari semangat itu, tim GOnewsLifestyle mengadakan jajak pendapat kecil-kecilan untuk merangkum rekomendasi warga Bandung tentang street food berkuah terenak. Jajak dilakukan selama 24–30 Oktober 2025 menggunakan Google Form yang tersebar lewat komunitas WhatsApp dan Instagram.
Sebanyak 150 responden ikut serta, mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, hingga foodies lokal yang aktif menjelajah kedai malam. Targetnya jelas: membuat peta rasa berkuah versi warga Bandung.
Sepuluh Mangkok Juara
Untuk mendapatkan gambaran yang objektif, kami menetapkan beberapa batasan. Hanya warung dan gerobak kaki lima yang masuk survei, dengan menu berkuah seperti soto, bakso, rawon, coto, hingga mie kocok.
Bukan restoran besar atau franchise. Range harga pun disepakati, yaitu antara Rp15.000 hingga Rp40.000. Selain itu, kami membatasi hanya kedai yang buka untuk umum, mudah diakses, dan memiliki jam operasional di malam hari.
Dari survei tersebut, muncul sepuluh nama besar yang rutin disebut warga. Di posisi pertama, Soto Bandung “Pak Simon” di Bojongloa Kaler jadi andalan banyak orang, dengan kuah bening lobak yang ringan dan irisan daging sapi yang empuk.
Disusul oleh Mie Kocok “Mang Nanang” di kawasan Coblong yang terkenal dengan kikilnya yang lembut serta bakso sapi pelengkapnya. Ada pula Bakso “Gelora” di Cicendo yang terkenal karena rasa kuah kaldu ayam dan sapi yang kuat, ditambah bakso urat yang bertekstur.
Untuk pencinta rempah, Rawon “Pak Arman” di Regol tak pernah gagal menghadirkan kuah hitam yang pekat. Coto Makassar “Daeng Ujang” di Sumur Bandung juga mendapat banyak suara dari penggemar rasa khas Sulawesi.
Tidak ketinggalan, Soto Ayam “Ndoro Malang” di Andir yang populer sebagai menu sarapan. Lomie Ciliwung, Bakso Malang Fortuna, Kikil Regol, hingga Sup Ikan Khas Laut di Astanaanyar melengkapi daftar “Top 10 Mangkok Berkuah” pilihan warga.
Salah satu responden, Wina (26 tahun), mengungkapkan, “Kuah Soto Pak Simon benar-benar hangatkan badan, dagingnya besar dan empuk.” Sementara itu, Rudi (32 tahun) menyebut Mie Kocok Mang Nanang sebagai “kuah ringan tapi rasa sapinya kuat, saya balik terus.”
Menjelajah Tiga Rasa di Satu Malam
Ulasan seperti ini memperkuat pemetaan rasa berdasarkan tiga klaster utama: gurih-rempah, segar-ringan, dan pedas-mantap.
Untuk Anda yang ingin menjajal semuanya dalam satu malam, cukup ikuti mini-map: mulai dari Soto Pak Simon di Bojongloa Kaler, lanjut ke Mie Kocok Mang Nanang di Coblong, dan tutup malam di Rawon Pak Arman atau Kikil Regol di Regol. Dengan rute itu, Anda bisa menikmati semua spektrum rasa dari yang ringan hingga paling berbumbu.
Rasa gurih-rempah mendominasi kedai seperti Rawon, Coto, dan Mie Kocok. Sementara itu, Soto ayam bening dan Sup Ikan masuk dalam kategori segar-ringan. Untuk Anda pencinta rasa kuat dan tajam, kuah pedas seperti milik Kikil Regol jadi favorit baru.
Tips Kuliner Malam: Bersih, Aman, dan Ramah
Selain rasa, warga juga menyoroti aspek kebersihan dan kenyamanan. Tipsnya, datang sebelum jam 8 malam untuk menghindari antrian panjang, pilih warung yang terlihat bersih, dan pastikan tempat duduk kering terutama saat hujan. Etika berfoto pun penting, selalu minta izin ke pedagang sebelum memotret.
“Datang sebelum jam 8 malam supaya bisa pilih meja, antrian juga tidak panjang,” saran Lina (29 tahun), salah satu responden.
Dalam obrolan singkat dengan Bapak Hendra, pemilik Soto Pak Simon, ia menjelaskan bahwa konsistensi rasa adalah kunci. “Kuah soto kami dibuat setiap pagi, kaldu sapi dan lobak harus fresh,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa stok bahan terbatas, sehingga pelanggan disarankan datang lebih awal.
Bagi Anda yang ingin tetap hemat saat menjelajah kuliner berkuah, pilih menu setengah porsi atau berbagi dengan teman. Harga terbaik biasanya didapat sebelum jam makan puncak.
Perlu diingat, meski mayoritas kedai di Bandung menawarkan menu halal, tetap penting untuk memastikan langsung ke pedagang — terutama di kawasan seperti Astanaanyar atau Cibadak yang juga memiliki warung non-halal.
