Mojokerto – Komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam meningkatkan kualitas permukiman kembali dibuktikan melalui penyerahan bantuan alat pemadam kebakaran untuk Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Jumat (7/11/2025) pagi. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya antisipatif terhadap kebakaran di kawasan padat penduduk yang berisiko tinggi.
Dalam kegiatan bertajuk Pembinaan dan Pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR), Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyerahkan langsung sejumlah perangkat pemadam kepada warga desa. Bantuan tersebut meliputi satu unit kendaraan pemadam roda tiga, 35 alat pemadam api ringan (APAR), serta satu set jaket tahan api.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pemukiman, terutama di wilayah yang sebelumnya dikategorikan rawan kumuh, atau berisiko tinggi terhadap bencana, termasuk kebakaran pemukiman,” jelas Bupati Albarraa yang akrab disapa Gus Bupati, saat memberikan arahan di Kantor Desa Kepuhanyar.
Ia menegaskan, program ini juga merupakan tindak lanjut dari upaya penanganan kawasan kumuh secara terpadu, yang dikoordinasikan bersama pemerintah provinsi. Selain menyerahkan bantuan fisik, Gus Bupati juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mojokerto atas perannya dalam membentuk dan membina relawan pemadam kebakaran di tingkat desa.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada BPBD yang ikut menangani program penanganan kumuh terpadu, dan juga membentuk relawan REDKAR. Mereka harus dibekali pengetahuan dan keterampilan memadai untuk menghadapi potensi kebakaran di lingkungan permukiman,” tambahnya.
Program Penanganan Kumuh Terpadu merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mencakup peningkatan sarana prasarana dan mitigasi bencana di kawasan rawan. Dalam laporan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, disebutkan bahwa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sempat meninjau lokasi program ini pada Minggu (2/11/2025).
“Program ini bagian dari upaya pengentasan permukiman kumuh. Bapak Bupati juga memberi arahan agar selain fokus pada rumah tidak layak huni dan drainase, kita juga menindaklanjuti potensi kebencanaan seperti kebakaran,” papar Rinaldi.
Dengan adanya dukungan fasilitas dan pembentukan relawan, diharapkan Desa Kepuhanyar mampu lebih sigap dalam menghadapi potensi kebakaran dan menjadi contoh dalam penanganan lingkungan berbasis kesiapsiagaan warga.
