Madiun – Elpiji 3 kilogram menjadi barang langka di sejumlah daerah selama beberapa hari terakhir. Tak terkecuali di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Stok di hampir seluruh pangkalan, agen, hingga pengecer terbatas dan ludes dalam waktu sekejap.
Hingga akhirnya, sejumlah warga kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi tersebut. Mereka rela mendatangi penjual satu ke penjual yang lain demi mendapatkan bahan bakar rumah tangga.
Untuk mendapatkan gas melon, warga tak jarang membeli di atas harga eceran tertinggi, yakni Rp16 ribu per tabung. Bagi mereka, hal itu tidak dipermasalahkan asal tetap dapat mendapatkan elpiji 3 kilogram.
“Kemarin, saya beli dengan harga Rp21 ribu per tabung. Elpiji saya dapatkan setelah muter-muter untuk mencarinya,“ ujar Emi Widiyana, salah seorang warga Desa Kebonagung di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Minggu (9/6/2024) sore.
Saat pencarian elpiji 3 kilogram di wilayah Kota Caruban, ia mengendarai sepeda motor. Matanya celingukan setiap kali melihat toko yang dimungkinkan menjual gas melon. Tak jarang, ia berhenti dan mengamati tumpukan tabung elpiji.
“Bahkan, saat ada pikap parkir dengan banyak membawa banyak tabung (elpiji) saya juga berhenti. Setelah saya amati, ternyata kosong,“ ungkapnya.
Emi mulai kesal lantaran tak kunjung menemukan tabung berisi elpiji 3 kilogram. Dengan semangat yang masih tersisa, perempuan ini kembali mengegas motor matic-nya dan berkeliling. Dalam benaknya, harus mendapatkan elpiji karena sedang butuh untuk memasak hari itu juga.
Setelah berkendara sekitar 2,5 kilometer, perempuan berusia 38 tahun ini sumringah. Ia melihat enam tabung elpiji bertumpuk dan masih tersegel. Ia menghentikan laju motor matic dan memarkirnya. Dua tabung kosong diturunkan dan langsung menuju toko di wilayah Dusun Bungkus, Desa/Kecamatan Mejayan.
Per tabung dibelinya dengan harga Rp21 ribu atau lebih tinggi Rp5 ribu dibandingkan HET. “Yang jual bilangnya juga beli di pengecer lain, maka harganya mahal. Tapi, bagi saya tidak masalah karena yang penting dapat elpiji,” ungkap Emi.
Section Head Communication and Relations Pertamina Patra Niaga Region Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Taufiq Kurniawan mengatakan bahwa kondisi di pengecer tidak dapat dijadikan patokan tentang langka atau tidaknya elpiji bersubsidi. Sebab, bukan kewenangan dari Pertamina.
“Padahal kan ada lembaga penyalur resmi, yaitu pangkalan elpiji yang menjadi kepastian harga Rp16 ribu (sesuai HET) dan stoknya,” ujarnya sembari menyebut pasokan di pangkalan elpiji aman.
Sementara itu, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahediwilayah mengatakan bahwa wilayah Madiun Raya (Kota/Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan) mendapat tambahan stok elpiji 3 kilogram atau bersubsidi sebanyak 185.680 tabung saat menjelang Iduladha 2024.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari pasokan untuk wilayah Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara (Jatimbalinus) yang meningkat dari 1.315.440 tabung rata-rata konsumsi normal harian pada Juni 2024 menjadi 1.797.160 tabung.
Ia mengatakan bahwa tambahan pasokan elpiji 3 kilogram tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga saat Iduladha. Sebab, pada momentum tersebut tingkat kebutuhan warga terhadap elpiji bersubsidi diprediksi meningkat.
Menurutnya, tambahan pasokan juga untuk meminimalisasi celah bagi oknum yang mengambil keuntungan pribadi ketika tingkat kebutuhan warga terhadap elpiji bersubsidi meningkat drastis.
“Sebelum dan sesudah Iduladha, kami akan banjiri tabung (elpiji) secara periodik melihat prediksi tingginya konsumsi serta tradisi di masing-masing daerah,” ujar Ahad.
“Tentunya besaran tambahan di masing-masing kota/kabupaten menyesuaikan itu. Seperti di Madura yang frekuensinya lebih intens dikarenakan tradisi toron, pemudik lebih banyak dibandingkan Idulfitri,” lanjutnya.
Kendati demikian, warga tetap diimbau membeli elpij bersubsidi di pangkalan Pertamina agar mendapatkan harga eceran tertinggi (HET) Rp16 ribu per tabung dan stok tersedia. Bila harga per tabungnya di atas HET, itu artinya bukan pangkalan resmi Pertamina.
“Boleh dibeli karena itu pilihan masyarakat ya, namun kalau sudah kelewatan ambil untungnya ya jangan dibeli. Semakin senang oknum pengecer yang menaikkan harga kalau dibeli,” ungkap Ahad.
“Di Jawa Timur saat ini tiap desa sudah terdapat minimal 2-3 pangkalan elpiji. Di kota/kecamatan kota minimal lima pangkalan elpiji per desa,” lanjutnya.
Kamis, 4 Juni 2026
