Sangatta – Anggota Komisi B DPRD Kutim Muhammad Ali menekankan urgensi koordinasi yang lebih erat antara kelompok tani dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Menurutnya, sinergi yang baik antara kedua pihak adalah kunci untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada.
Ali menggarisbawahi perlunya OPD terkait untuk lebih proaktif dalam mengadakan kegiatan seperti bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi. Tujuannya adalah agar kelompok tani dapat memahami proses-proses yang ada dengan lebih baik dan tidak lagi merasa bingung atau tidak mengerti.
“Kelompok tani dan OPD terkait harusnya cepat berkoordinasi dalam arti adakan bimtek, pertemuan, sosialisasi, jadikan mereka mengerti. Ini mereka banyak tak mengerti juga ini, jadi kita tidak bisa salahkan kelompok tani, jadi OPD terkait setidaknya proaktif lah ajak mereka berdiskusi,” ungkap Muhammad Ali, Senin (10/6/2024).
Ali juga menyoroti masalah komunikasi yang kerap terjadi. Menurutnya, kelompok tani sering kali bingung karena istilah-istilah yang digunakan oleh OPD terkait dalam penjelasan mereka tidak dipahami dengan baik oleh para petani. Hal ini, menurut Ali, menjadi salah satu kendala utama dalam proses transfer pengetahuan dan teknologi pertanian.
“Selama ini kadang mereka juga bingung karena OPD terkait penjelasannya, istilah-istilah juga mereka juga belum paham,” tambah Ali.
Untuk mengatasi masalah ini, Ali mendorong adanya kerja sama yang lebih intensif dan berkelanjutan antara kelompok tani dan OPD terkait. Ia mengajak kedua belah pihak untuk duduk bersama, berdiskusi, dan menemukan solusi yang tepat guna meningkatkan pemahaman serta keterampilan kelompok tani. Hal ini, menurut Ali, tidak hanya akan membantu menyelesaikan masalah yang ada, tetapi juga akan meningkatkan produktivitas pertanian di Kutai Timur secara keseluruhan.
Dengan adanya koordinasi yang lebih baik, Ali berharap kelompok tani di Kutim dapat lebih mandiri dan terampil dalam mengelola usaha tani mereka. Ia juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh beberapa OPD, namun menekankan bahwa upaya-upaya tersebut perlu ditingkatkan dan dijadikan agenda rutin.
Di akhir pertemuan, Ali mengajak semua pihak untuk berkomitmen dalam meningkatkan kualitas komunikasi dan koordinasi. “Kita semua harus berkomitmen untuk bekerja sama demi kesejahteraan para petani dan kemajuan sektor pertanian di Kutai Timur. Hanya dengan kerja sama yang baik, kita bisa mencapai tujuan bersama,” pungkasnya.
Melalui pendekatan yang lebih proaktif dan sinergis, diharapkan masalah-masalah yang dihadapi kelompok tani dapat diatasi dengan lebih efektif, membawa kemajuan yang signifikan bagi sektor pertanian di Kutai Timur.
