Sangatta – Dalam siaran pers Kementerian ESDM Nomor 142.Pers/04/SJI/2024 tanggal 20 Maret 2024, disebutkan bahwa PT Kaltim Prima Coal (KPC) telah menyambungkan sekitar 8.000 Sambungan Rumah Tangga (SR), yang menyediakan air bersih bagi sekitar 30.000 jiwa di Kutai Timur. Dukungan air dari pengolahan air ini mencapai 80% dari kebutuhan PDAM Kutai Timur dalam melayani masyarakat.
Ketika dikonfirmasi, GM External Affair and Sustainable Development PT KPC, Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa KPC hanya mendistribusikan air baku dari Embung Kenyamukan untuk dikelola oleh PDAM Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim. Mengenai jumlah sambungan dan pelanggan, Wawan menyarankan agar awak media menghubungi PDAM TTB untuk detail lebih lanjut.
Wawan mengonfirmasi bahwa kapasitas air yang disalurkan oleh PT KPC mencapai 12 juta meter kubik per tahun. Namun, ia juga menambahkan bahwa penyaluran air tersebut tidak selalu mencapai kapasitas maksimal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kudungga yang idealnya mencapai 100 liter per detik. Fluktuasi kapasitas yang berada di kisaran 80 hingga 85 liter per detik ini disebabkan oleh belum adanya penambahan jaringan oleh PDAM.
“Debitnya fluktuatif, 100 itu idealnya. Jaringannya (PDAM) perlu di-update lagi untuk mencapai itu. Yang kita pastikan gak pernah surut,” tegas Wawan seperti di kutip dari Berandaindonesia.id.
Wawan juga mengklarifikasi bahwa informasi dari Kementerian ESDM diambil dari laporan tanpa detail yang mendalam. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahan informasi, ia menyarankan agar media mengonfirmasi langsung kepada Direktur Umum PDAM TTB Kutim, Suparjan.
“Bukan memenuhi 80% dari kebutuhan PDAM TTB untuk melayani masyarakat, hanya di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Kita hanya menyalurkan airnya saja, untuk update jumlah sambungan dan pelanggan silahkan hubungi PDAM TTB,” tambahnya.
Di sisi lain, Direktur Umum PDAM TTB Kutim, Suparjan, menegaskan bahwa PDAM Kutim belum dapat meningkatkan jaringan jika kuota 100 liter per detik belum dipenuhi oleh KPC. Hal ini berdampak pada ketergantungan PDAM TTB untuk mensuplai sebagian kebutuhan air warga dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo.
Menurut Suparjan, angka 8.000 sambungan yang disebutkan belum tercapai. Realisasi saat ini berada di kisaran 6.000 hingga 7.000 sambungan. Ini juga merupakan dampak dari belum maksimalnya dukungan air baku dari KPC. PDAM dan pemerintah daerah telah bersurat kepada KPC mengenai kebutuhan ini.
“Jika maksimal debit 100 liter per detik, bisa melayani 8.000 sambungan. Bukan hanya PDAM, Bupati juga telah bersurat ke KPC atas pemenuhan 100 liter per detik. Di IPAL Kudungga, suplai baru 75-80 liter per detik sejak berdiri. Jumlah pelanggan yang dilayani mencapai 6.000-7.000 pelanggan,” jelas Suparjan.
Suparjan juga menyatakan bahwa dari 300 liter per detik debit air yang diambil dari Embung Kenyamukan, KPC menggunakan 200 liter per detik untuk kebutuhan internal, sementara sisanya dialirkan ke IPAL Kudungga. Air baku dari Embung Kenyamukan masih harus diolah lebih lanjut oleh PDAM TTB Kutim sebelum dapat didistribusikan.
“Kondisi airnya cukup baik, tapi masih perlu diolah kembali karena belum memenuhi syarat,” ujarnya.
Berikut data teknis dari PDAM TTB Kutim untuk Januari 2024:
- Kapasitas IPA Kudungga terpasang: 100 liter per detik
- Kapasitas realisasi rata-rata: 70 liter per detik
- Melayani pelanggan di Sangatta Utara: 6.000 Sambungan Rumah (SR), mencakup 30.000 jiwa atau 24% dari populasi
- Total kapasitas IPA di Sangatta Utara:
- IPA Kabo: 280 liter per detik
- IPA Kudungga: 100 liter per detik
- Jumlah SR di Sangatta Utara: 24.601, dilayani oleh:
- IPA Kabo: 24.601 SR
- IPA Kudungga: 6.000 SR
- Jumlah penduduk Sangatta Utara: 123.662 jiwa, dilayani oleh:
- IPA Kudungga: 24%
- IPA Kabo: 75%
