Kediri – Serah terima jabatan (sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri resmi digelar dalam rapat paripurna DPRD Kota Kediri pada Rabu (5/3/2025). Jabatan Wali Kota Kediri kini resmi dipegang oleh Vinanda Prameswati, didampingi Qowimuddin sebagai Wakil Wali Kota. Sertijab ini menandai berakhirnya masa tugas Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri, Zanariah. Acara ini disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak serta jajaran DPRD dan Forkopimda setempat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa Kota Kediri memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi dan transit antarwilayah. Ia menyebutkan berbagai potensi yang dimiliki kota ini, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dan budaya. Terlebih dengan beroperasinya Bandara Dhoho, Kediri semakin terbuka bagi peluang investasi dan wisatawan.
“Ada banyak potensi yang bisa kita kembangkan, mulai dari ekonomi, pendidikan, infrastruktur, hingga tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan,” ujar Mbak Vinanda, sapaan akrabnya.
Namun, ia juga mengakui adanya tantangan yang perlu diatasi, seperti peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penciptaan lapangan kerja, serta pengelolaan anggaran yang lebih efisien. Untuk itu, ia bersama KH. Qowimuddin Thoha mengusung visi “Membangun Kota Kediri yang Mapan: Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni” untuk periode kepemimpinannya 2025-2030.
Visi ini diterjemahkan dalam lima misi utama, di antaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui dukungan bagi UMKM dan koperasi, pembangunan SDM berkualitas, penguatan solidaritas antarwarga, tata kelola pemerintahan yang inovatif, serta menjadikan Kediri sebagai kota yang rapi, berbudaya, dan tangguh terhadap bencana.
“Membangun kota yang maju dan sejahtera membutuhkan langkah strategis. Oleh karena itu, kami akan menjalankan Sapta Cita, tujuh prioritas utama pembangunan Kota Kediri,” jelas Mbak Vinanda.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam mewujudkan visi tersebut. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan baru di Kota Kediri. Ia menyoroti bahwa PDRB Kediri didominasi oleh industri pengolahan hingga 80%, namun perlu didorong lebih lanjut agar dampaknya lebih luas bagi masyarakat.
“Pengembangan wilayah barat Sungai Brantas menjadi penting. Kota Kediri memiliki daya tarik ekonomi kreatif dan digital yang harus lebih diperkuat. Fungsi pariwisatanya juga harus didorong agar menjadi tren di Jawa Timur,” ujar Emil Dardak.
Ia juga menambahkan bahwa indikator sosial ekonomi Kota Kediri sudah cukup baik, dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang rendah serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi. Namun, menurutnya, ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki dan dirumuskan dalam bentuk kebijakan konkret.
Dalam upaya meningkatkan ketersediaan lapangan kerja, Emil menekankan bahwa peran utama pemerintah adalah menciptakan lingkungan yang kondusif melalui penyediaan infrastruktur, kemudahan perizinan, peningkatan kualitas SDM, serta menjaga keamanan dan stabilitas daerah.
“Kami optimis dengan pemerintahan baru ini. Jika soliditas antara DPRD, wali kota, wakil wali kota, dan Forkopimda terus terjaga, maka Kota Kediri bisa berkembang lebih pesat,” tegasnya.
Acara sertijab ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh daerah, termasuk Ketua DPRD Kediri Firdaus, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, Komandan Kodim 0809 Letkol Inf Ragil Jaka Utama, Ketua Pengadilan Negeri Kediri Khaerul, Kepala Kejaksaan Negeri Kediri Andi Mirnawaty, serta perwakilan OPD dan tokoh masyarakat lainnya.
Dengan kepemimpinan yang baru, harapan besar tertuju pada kemajuan Kota Kediri sebagai kota yang makin maju, berdaya saing, dan nyaman bagi warganya.
