Padang – Di antara hiruk-pikuk pelantikan pejabat baru di Kota Padang, satu nama mencuri perhatian. Ia bukan politisi, bukan pula tokoh panggung, melainkan seorang perempuan tangguh yang lahir lima dekade lalu di lereng Bukit Barisan, Padang Panjang. Hari Senin (20/10/2025), dr. Lismawati R., M.Biomed., Sp.PA resmi dilantik sebagai Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, menggantikan posisi yang selama ini dinanti pengisiannya secara definitif.
“Jabatan hanyalah formalitas. Yang paling penting adalah hati, komitmen, dan kepedulian terhadap sesama,” tutur dr. Lismawati saat berbincang dalam wawancara eksklusif bersama GOnews, tak lama usai pelantikan oleh Wali Kota Padang, Fadli Amran.
Membentuk Tekad Sejak Kecil
“Sejak kecil saya selalu ingin membantu orang lain,” kenangnya, sambil tersenyum. Di masa kecilnya yang sederhana di Padang Panjang, ia kerap melihat masyarakat kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai. Pengalaman inilah yang membentuk keyakinannya: satu hari nanti, ia akan membuat perbedaan nyata.
Niat itu membawanya menekuni dunia kedokteran hingga meraih spesialisasi di bidang Patologi Anatomi. “Bagi saya, menjadi dokter bukan sekadar soal akademik atau gelar. Ini adalah panggilan hati, tanggung jawab moral yang tak bisa dianggap enteng,” ujar dr. Lismawati.
Pelantikan: Awal Langkah Besar di RSUD dr. Rasidin
Pengangkatan dr. Lismawati sebagai Direktur RSUD dr. Rasidin bukan hanya penempatan birokrasi, tetapi juga harapan baru terhadap pelayanan kesehatan di Kota Padang. “Ini amanah besar, tapi saya merasa siap,” ujarnya tegas. Ia menyadari bahwa memimpin sebuah rumah sakit daerah bukan perkara mudah, apalagi di era modern yang menuntut efisiensi, empati, dan akuntabilitas.
“Tantangan akan selalu ada. Tapi saya percaya dengan kerja sama yang solid antara tim dokter, perawat, tenaga kesehatan lain, hingga staf administrasi, RSUD ini bisa naik kelas — menjadi rumah sakit yang tidak hanya canggih, tapi juga ramah dan manusiawi,” jelasnya.
Pelajaran dari Puskesmas: Memimpin dari Bawah
Salah satu sisi paling menarik dari perjalanan karier dr. Lismawati adalah keputusannya kembali bekerja di puskesmas setelah sebelumnya menempati berbagai jabatan struktural. Bagi banyak orang, itu langkah mundur. Tapi bagi dirinya, itu justru langkah menyelam ke akar pelayanan.
“Di puskesmas, saya belajar hal-hal kecil yang sering dilupakan di tataran manajemen: menyapa pasien, mendengar keluhan mereka, bahkan hanya sekadar hadir dengan empati,” katanya.
Dari pengalaman itu, ia membentuk prinsip kepemimpinan yang kini dipegang teguh: pemimpin yang baik harus tahu bagaimana rasanya berada di garis depan. Menurutnya, hanya dengan merasakan denyut kebutuhan pasien dan beban kerja tenaga medis secara langsung, seorang direktur bisa membuat kebijakan yang adil dan tepat sasaran.
Pesan untuk Tenaga Medis dan Masyarakat
Kepada para tenaga medis, dr. Lismawati berpesan agar pelayanan tidak dilakukan karena tuntutan jabatan semata. “Pelayanan kesehatan adalah panggilan hati. Kita bekerja bukan untuk titel, tapi untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh staf RSUD dr. Rasidin yang telah bekerja keras menjaga keberlangsungan layanan selama masa transisi kepemimpinan.
“Tanpa mereka, rumah sakit ini tidak akan bisa berjalan maksimal. Saya berharap ke depan kita bisa membangun sistem yang lebih efisien, humanis, dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.
Refleksi dan Harapan
Kini, dari posisi puncak sebagai direktur rumah sakit, dr. Lismawati tidak melupakan akar tempat ia memulai. Ia menilai bahwa perjalanan panjangnya — dari bayi mungil di Padang Panjang hingga menduduki jabatan strategis — adalah buah dari ketulusan dan dedikasi yang konsisten.
Menurutnya, kepemimpinan di dunia medis bukan soal memerintah, tetapi soal menyatukan visi untuk menghadirkan harapan bagi masyarakat. “Kami bukan hanya menyembuhkan penyakit, tapi juga menjaga harapan tetap hidup dalam setiap pasien,” tuturnya.
Langkah ke Depan untuk RSUD dr. Rasidin
Sebagai direktur baru, ia telah menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk rumah sakit, termasuk peningkatan pelayanan berbasis digital, penguatan SDM, dan pengembangan layanan unggulan berbasis kebutuhan lokal. “Kami ingin rumah sakit ini menjadi tempat yang tidak menakutkan, tapi penuh harapan,” ujarnya menutup perbincangan.
Dengan semangat dan nilai-nilai kepemimpinan yang menyatu dengan empati, dr. Lismawati menghadirkan warna baru bagi RSUD dr. Rasidin. Kota Padang kini memiliki sosok inspiratif yang tidak hanya memimpin dengan kepala, tetapi juga dengan hati.
