Tasikmalaya Dewan Kerja Ranting (DKR) Cisayong menjadi salah satu peserta yang mengikuti pembukaan kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) Dewan Kerja Ranting Tahun 2026 yang diselenggarakan Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembinaan organisasi Dewan Kerja sekaligus penguatan tata kelola di seluruh kwartir ranting.
Pembukaan SMEP dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh seluruh DKR se-Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Kerja Cabang dan Sidang Paripurna DKC Kabupaten Tasikmalaya yang menetapkan agenda evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja Dewan Kerja Ranting selama masa bakti berjalan.
Bagi DKR Cisayong, keikutsertaan dalam pembukaan SMEP menjadi momentum untuk mempersiapkan diri menghadapi supervisi lapangan yang akan dilakukan tim DKC. Melalui kegiatan ini, setiap Dewan Kerja Ranting diharapkan mampu menunjukkan perkembangan organisasi sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan pembinaan yang masih diperlukan.
Dalam pelaksanaannya, SMEP Tahun 2026 menitikberatkan penilaian pada empat aspek utama, yakni organisasi dan administrasi, pelaksanaan kegiatan dan program kerja, pengembangan sumber daya, serta penyusunan profil Dewan Kerja. Keempat aspek tersebut menjadi tolok ukur dalam melihat kualitas pengelolaan organisasi di tingkat ranting.
Supervisi dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 30 Juni hingga 4 Juli 2026. Tim SMEP akan mengunjungi 39 Kwartir Ranting di Kabupaten Tasikmalaya dengan pembagian dua tim agar proses pembinaan dan evaluasi dapat berlangsung lebih efektif serta menjangkau seluruh wilayah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Jangan selalu memikirkan terkait masalah penilaian berkas. Kami ingin melihat bagaimana keadaan Dewan Kerja Ranting secara langsung,” ujar Ketua Pelaksana saat pembukaan SMEP DKC Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan secara daring, Senin (30/6/26).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kegiatan SMEP tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan administrasi, tetapi juga menjadi ruang dialog antara DKC dan Dewan Kerja Ranting. Melalui kunjungan langsung, kondisi organisasi di setiap wilayah diharapkan dapat dipetakan sehingga pembinaan ke depan lebih tepat sasaran.
Selain menjadi sarana evaluasi, hasil SMEP juga akan menjadi dasar penetapan 10 Dewan Kerja Ranting Terbaik Masa Bakti 2022–2027. Penghargaan tersebut direncanakan diumumkan pada agenda koordinasi DKC berikutnya sebagai bentuk apresiasi terhadap DKR yang dinilai mampu menjalankan organisasi secara aktif dan berkelanjutan.
“Penilaian tentu akan menghasilkan sebuah hasil. Hasil itu akan menjadi dasar penetapan 10 Dewan Kerja Ranting terbaik masa bakti 2022–2027,” ungkap Ketua Pelaksana dalam kegiatan pembukaan SMEP DKC Kabupaten Tasikmalaya, Senin (30/6/26).
Sementara itu, perwakilan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya mengapresiasi semangat seluruh peserta, termasuk DKR Cisayong, yang mengikuti pembukaan SMEP. Ia berharap semangat tersebut terus terjaga selama rangkaian supervisi berlangsung di seluruh kwartir ranting.
Melalui keikutsertaan dalam pembukaan SMEP, DKR Cisayong diharapkan semakin siap menghadapi proses supervisi sekaligus memperkuat kualitas organisasi. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola Dewan Kerja yang lebih tertib, aktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega di tingkat ranting.
Pembinaan yang dilakukan melalui SMEP tidak hanya menghasilkan penilaian, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman, menemukan solusi atas berbagai tantangan organisasi, serta memperkuat sinergi antarkwartir. Dengan demikian, kualitas pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka di Kabupaten Tasikmalaya diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan.
