Tenggarong – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah memprioritaskan dua program utama pada tahun ini, yakni pembangunan 200 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan relokasi warga terdampak longsor di Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan hunian yang aman dan layak.
Plt Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil, menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang nyaman dan layak huni.
“Setiap warga di Kukar berhak mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman,” ujarnya, Jumat (14/3/2025).
Program pembangunan RTLH akan didistribusikan ke berbagai wilayah berdasarkan data dari Rencana Gugus Tugas Percepatan Kemiskinan (RGPK). Dengan pendekatan ini, Disperkim memastikan bahwa bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kita menggunakan data RGPK agar distribusi program ini merata dan bisa menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan,” kata Aidil.
Selain pembangunan rumah, Disperkim Kukar juga menaruh perhatian pada penyediaan sarana air bersih dan sanitasi yang layak. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan pencegahan stunting.
“Kami juga fokus pada penyediaan sarana air bersih dan sanitasi, harapannya ini bisa meningkatkan kualitas hidup warga,” tambahnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat kurang mampu serta warga yang terdampak bencana bisa mendapatkan hunian yang lebih layak. Disperkim Kukar berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan permukiman yang lebih baik. (ADV).
