Desa Tepian Langsat terletak sekitar 98 km dari Sangatta di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur—perjalanan darat melalui jalan tanah yang bisa memakan waktu hingga empat jam terutama saat hujan. Sebagai salah satu desa tertua di kawasan, berdiri sebelum 1917, desa ini menyimpan makam kuno dan tradisi budaya yang masih hidup.
Atraksi utama adalah Batu Aji Ilas Beukir, kawasan gua karst alami berhias lukisan batu dan lubang berair. Wisatawan menjangkau lokasi ini dari Dermaga Hambur Batu dengan perahu ketinting sekitar 30 menit, melewati sungai Bengalon dan lanskap tebing karst yang memesona. Perjalanan ini membawa Anda ke situs menarik seperti Telaga Bidadari, Liyang Payau, Lubang Lumut, dan Danau Telekek, menggabungkan trekking ringan, susur sungai, dan eksplorasi gua.
Desa ini memang menghadapi kendala akses dan infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih. Namun upaya pembangunan, termasuk jembatan gantung, sedang berjalan untuk mempermudah mobilitas warga dan wisatawan.
Pengembangan desa berjalan kolaboratif melalui BUMDes aktif. Desa Tepian Langsat telah terdaftar sebagai Desa Wisata Berkembang oleh Jadesta Kemenparekraf. Bahkan desa ini mencatat PADes tertinggi di Kaltim pada 2020 sebesar Rp 600 juta, sebagian besar berasal dari wisata Batu Aji dan kemitraan dengan perusahaan lokal.
Wisata di desa ini menyajikan perpaduan antara alam, budaya, dan petualangan. Lukisan gua karst tua dan danau tersembunyi menawarkan pengalaman autentik. Keberhasilan pengelolaan melalui kolaborasi Desa–BUMDes–perusahaan menjadi model inspiratif bagi desa wisata lainnya.
Desa Wisata Tepian Langsat mengajarkan bahwa tradisi dan alam bisa bersinergi. Dengan kekayaan budaya, panorama gua karst, dan pengelolaan partisipatif, desa ini menunjukkan arah pengembangan wisata berkelanjutan. Meski akses masih menantang, komitmen masyarakat dan inovasi BUMDes menjadikannya destinasi potensial di Kutai Timur.
