Desa Sekerat berdiri sejak 1962 sebagai pemekaran dari Desa Sekurau, kini menjadi destinasi wisata unggulan di pesisir Bengalon, Kutai Timur. Pantainya membentang indah sepanjang 3 km, dihiasi tebing kapur dan mangrove, dan bisa dijangkau sekitar tiga jam dari Sangatta.
Warga desa memberdayakan potensi alam—pantai, karst, hingga hutan aren—untuk wisata dan ekonomi lokal. Desa ini telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Berkembang dan memiliki berbagai daya tarik, seperti paralayang, agroforestri gula aren, hingga wisata edukasi mangrove.
Pengelolaan desa dijalankan kolaboratif antara BUMDes, Pokdarwis, dan kelompok pelestari hutan. Pendapatan Asli Desa (PADes) bahkan pernah tembus Rp600 juta dalam satu tahun, sebagian besar dari aktivitas wisata dan hasil hutan.
Meskipun infrastruktur seperti jalan dan fasilitas penginapan masih dalam proses pengembangan, warga desa aktif menjaga kawasan hutan seluas 5.000 hektare yang menjadi habitat satwa langka seperti orangutan dan macan dahan. Upaya konservasi ini selaras dengan program ekowisata yang terus tumbuh.
Sekerat kini juga menghadirkan beragam aktivitas wisata seperti kemah alam, susur gua karst, kuliner lokal, glamping, hingga festival budaya seperti Pelas Laut yang digelar tahunan. Semuanya dibingkai dalam semangat pelestarian dan pemberdayaan.
Desa Wisata Sekerat adalah teladan desa berbasis alam dan budaya yang berkembang secara mandiri. Dengan semangat kolaboratif, keindahan pantai, kekayaan hutan, dan warisan tradisi, Sekerat menjanjikan masa depan cerah sebagai destinasi unggulan Kutai Timur.
