Jakarta – Demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada Jumat malam berubah menjadi kericuhan hebat. Sekitar pukul 20.37 WIB, massa aksi berhasil menjebol pagar samping kompleks parlemen, memicu bentrokan langsung dengan aparat kepolisian dan TNI yang berjaga.
Mengutip dari Kompas.com Aparat merespons dengan menembakkan water cannon dan gas air mata ke arah massa yang mulai bertindak agresif. Sebagai balasan, demonstran melontarkan petasan, batu, hingga bom molotov ke arah barisan keamanan. Suasana semakin tidak terkendali ketika suara ledakan dan teriakan memecah udara malam di kawasan Senayan pada Jumat malam (29/8/2025).
Sekitar pukul 21.20 WIB, titik demonstrasi meluas ke kawasan Pejompongan. Di sana, gerbang tol terbakar hebat, memunculkan asap hitam pekat yang membumbung ke langit. Tidak berhenti di situ, massa juga membakar Halte TransJakarta Senen Sentral dan Halte Toyota Rangga. Aksi anarkis itu disertai dengan penjarahan serta perusakan fasilitas umum di sekitar lokasi.
Aparat terus berupaya menenangkan massa dengan imbauan lewat pengeras suara agar demonstran mundur dan menyampaikan aspirasi secara damai. Namun, massa tidak menggubris seruan tersebut. Barikade polisi dan kendaraan taktis tetap bersiaga mengantisipasi lonjakan eskalasi lebih lanjut.
Bentrok dan pembakaran juga dilaporkan terjadi di titik lain, seperti kawasan Otista dan di sekitar Polda Metro Jaya. Sejumlah pos polisi menjadi sasaran amukan massa. Situasi ini menunjukkan eskalasi serius dari aksi demonstrasi yang awalnya berjalan damai menjadi kerusuhan massal yang merusak fasilitas publik.
Aksi demonstrasi ini masih terus berlangsung hingga pukul 23.21 WIB dengan kondisi semakin panas di beberapa titik strategis ibu kota.
