Tasikmalaya – Pesantren Pramuka Nurrahman menggelar ekspedisi jejak Walisongo. Sekitar 61 Santri mengikuti misi agung ini. Mereka akan belajar makna sebuah sejarah Islam di tanah Jawa. Expedisi tersebut akan berlangsung selama 3 hari yakni 24 sampai 26 Januari 2022.
Dengan menggunakan transportasi bisa mereka Berangkat pukul 01.00,Senin (24/1/2022) dari halaman pesantren di Erbehex Hills Guranteng, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Mengawali perjalanan Safari Walisongo dengan ber-takziyah ke Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon Jawa Barat, Senin (24/1/2022)
Sesampainya di Semarang expeditor muda melakukan manasik haji di firdaus Fatimah Zahra.
Ba’da dzuhur perjalanan dilanjutkan Ziaroh ke Kadilangu Demak Jawa Tengah, makam Sunan Kalijaga. Seorang Sunan yang dapat memadukan budaya Jawa dengan Islam.

“Pukul 05.00 WIB, perjalanan tiba ke daerah dataran tinggi untuk ziaroh ke makam Sunan Muria ” ungkap Astri salah satu santri Pesantren Pramuka Nurrahman.
Menurut beberapa riwayat, dia adalah putra dari Sunan Kalijaga dari pernikahan dengan Dewi Saroh, putri Syekh Maulana Ishaq. Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung Muria), yang terletak di sebelah utara kota Kudus, Jawa Tengah, tempat Sunan Muria dimakamkan.
Selanjutnya ke Makam Syekh Maulana Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang di Tuban Jawa Timur. Sunan Bonang dilahirkan pada tahun 1465. Dia adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 M, dan saat ini makam aslinya berada di kota Tuban.

“Tidak berhenti di situ, dilanjutkan perjalanan non-stop Takziyah ke Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik yang berada di tengah Kota Gresik Jawa Timur,” ujarnya.
Kemudian lanjut ke Makam Raden Paku atau Sunan Giri yang berkuasa pada Pemerintahan Gresik yang ditunjuk oleh Sultan Demak I Raden Fatah pada 9 Maret Tahun1487.
“Dan Alhamdulillah, ba’da Isya kami sampai di Pondok Pesantren Mahasiswa An Nur di Surabaya Untuk beristirahat dan bersilaturahmi dengan masyarakat dipondok, ” terangnya.

Selanjutnya, semua rombongan kembali ke Pesantren Pramuka Nurrahman.
Sementara itu, Pengasuh Pesantren Pramuka Nurrahman Ustadz Ahmad Mundzir mengatakan semua pelaksanaan takziyah dan pembacaan do’a berjalan dengan lancar.
“Alhamdulillah Rombongan safari dengan kewibawaan misi agung ini dapat mendo’a dengan penuh hikmad di Makam para Wali Alloh tersebut,” katanya.
