Banyuwangi – Jembatan Sungai Lembu yang pernah “patah” diterjang banjir bandang kini bersiap bangkit kembali. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mempercepat pembangunan ulang jembatan di Kecamatan Pesanggaran itu dengan menyiapkan anggaran Rp 2,9 miliar.
Pembangunan ini dilakukan setelah Jembatan Sungai Lembu ambles total akibat banjir bandang pada Selasa (15/7/2025). Akses tersebut menjadi jalur penting mobilitas warga, terutama bagi masyarakat di tiga desa sekitar. Saat ini, proyek masih berada dalam tahap pengadaan melalui sistem minicom sebelum kontraktor pelaksana ditetapkan.
“Alokasi anggarannya sebesar Rp 2,9 miliar. Untuk kontraknya saat ini belum, masih menunggu proses penawaran di sistem minicom,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, Rabu (25/5/2026).
Cahyanto menjelaskan, Pemkab Banyuwangi sebelumnya menargetkan pemenang tender bisa diumumkan pekan ini. Namun, proses itu harus disesuaikan karena kenaikan harga Pertamina Dex berdampak pada harga material konstruksi.
“Sebetulnya minggu ini sudah ada pemenang di proses pengadaan minicom sesuai janji kami. Tetapi karena ada perubahan kenaikan harga Pertamina Dex, hal itu berpengaruh pada kenaikan harga material,” jelasnya.
Akibat perubahan harga tersebut, Dinas PU CKPP Banyuwangi melakukan penyesuaian Rencana Anggaran Biaya dan dokumen pendukung agar selaras dengan Standar Satuan Harga terbaru. Revisi itu disebut telah selesai dan kembali diproses melalui sistem pengadaan barang dan jasa.
“Alhamdulillah, minggu ini sudah selesai dan sudah kita proses kembali dalam sistem pengadaan barang jasa. Harapannya minggu depan sudah ada pemenangnya,” ungkap Cahyanto.
Jembatan permanen Sungai Lembu nantinya dibangun lebih kokoh dengan lebar 6 meter dan bentang sekitar 14 meter. Konstruksi akan menggunakan pondasi tiang pancang, sementara bagian abutment dirancang memakai beton agar lebih kuat menghadapi tekanan arus sungai.
Karena berperan penting bagi warga, proyek ini masuk daftar Proyek Strategis Daerah. Setiap tahapan pembangunan wajib melalui review Inspektorat untuk memastikan prosedur, transparansi, dan kualitas pekerjaan tetap terjaga. Mekanisme pengadaan juga mengikuti rekomendasi KPK sebagai langkah pencegahan penyimpangan.
Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi telah membangun jembatan darurat untuk kendaraan roda dua pada Jumat (18/7/2025). Setelah itu, jembatan baja sistem knock down disiapkan untuk kendaraan roda empat sambil menunggu pembangunan jembatan permanen rampung.
Dengan percepatan ini, Pemkab Banyuwangi berharap akses warga Pesanggaran segera kembali normal. Jembatan baru Sungai Lembu diharapkan tidak hanya memulihkan mobilitas, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi masyarakat sekitar.
