Sangatta – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia semakin membuahkan hasil positif. Kali ini, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, digelar pelatihan penguatan pelayanan keluarga berencana bertema “Keluarga Sehat Cegah Stunting”. Pelatihan ini diikuti oleh Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) se-Kutim, bertempat di aula Cafe and Resto Teras Belad.
Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kutim, H Kasmidi Bulang, dan diisi oleh narasumber dari berbagai bidang. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kutim, Agung Wiratmoko, Sp. OG, Ketua P2K2KT, dr Murni SpGK, serta Yuliana Kala Lembang dari Sekretaris IBI Kutim, berbagi ilmu dan pengalaman kepada para peserta. Selain mendapatkan pelatihan, para penyuluh juga menerima fasilitas kendaraan motor dan laptop untuk mendukung kinerja mereka di lapangan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas PPKB, Achmad Junaidi B, menekankan pentingnya penyuluh untuk tidak lagi menganggap diri mereka sebagai pegawai pusat, melainkan bagian dari pegawai daerah, sesuai dengan regulasi yang ada. “Kalau penyuluh bekerja dengan baik, wajar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memikirkan kesejahteraannya sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Junaidi.
Junaidi juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan memahami materi yang diberikan oleh para narasumber. “Jangan pernah menganggap sepele hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan sumber daya manusia. Kalau kita menguasai ilmunya, akan mudah menyampaikan ke masyarakat. Public speaking kita akan nyambung dengan baik ke masyarakat dan masyarakat bisa menerima kehadiran kita,” tambahnya.
Usai pelatihan, Junaidi berencana menggelar pertemuan internal dengan para penyuluh untuk memotivasi kinerja serta mendukung dan mewujudkan program-program yang ada.
PKB wilayah kerja Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Yunilawati, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru dari pelatihan ini, termasuk materi tentang keluarga berencana, kesehatan perempuan, dan gizi. “Alhamdulillah, kami juga diberikan fasilitas kerja yakni motor, laptop, dan baju batik serta pelatihan yang sangat berguna untuk diterapkan di masyarakat,” ucapnya.
Dengan fasilitas yang diberikan, Yunilawati merasa lebih bersemangat dalam bekerja untuk masyarakat. Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Kutim yang selalu memperhatikan kesejahteraan para penyuluh. “Saya pribadi dan mewakili PKB dan PLKB mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Fasilitas ini mempermudah kegiatan di lapangan dan pelaporan,” imbuhnya.
Wakil Bupati Kasmidi Bulang berharap bahwa dengan adanya dukungan operasional bagi seluruh kader dan penyuluh dari seluruh kecamatan, akan memberikan motivasi lebih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Saya minta rekan-rekan untuk bekerja ikhlas, dan sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak maksimal dalam melayani masyarakat, terutama untuk membantu menurunkan angka stunting kita,” ungkapnya.
Kasmidi juga menjelaskan bahwa pemberian kendaraan operasional ini merupakan program yang sudah dicanangkan sejak tahun lalu, saat dirinya sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten melakukan diskusi untuk mengetahui persoalan yang dihadapi di lapangan dengan seluruh kader dan penyuluh KB se-Kutim. “Setelah ada Bimtek di Balikpapan, kami diskusi, dan teman-teman minta fasilitas kendaraan. Sepanjang ada regulasi dan tidak melanggar kenapa tidak,” ujarnya.
Mengakhiri acara, Kasmidi berpesan agar kendaraan operasional dan laptop yang diberikan dapat dijaga dan dirawat dengan baik, sebagai bentuk tanggung jawab atas fasilitas yang telah diberikan oleh pemerintah kepada seluruh kader dan penyuluh. Dengan begitu, diharapkan program-program yang ada dapat berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kutai Timur.
