Sangatta – Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyambut hangat kedatangan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) beserta Rombongan di ruang Meranti kantor Bupati Kutim pada Jumat (07/06/2024). Penyambutan ramah ini menjadi momen berharga bagi Kabupaten Kutai Timur.
Bupati Ardiansyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan Danrem 091/ASN beserta rombongan. Dia berharap arahan dan petunjuk dari Danrem dapat menjadi landasan bagi pemerintahan daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Selain itu, Bupati juga memberikan gambaran singkat tentang potensi dan keadaan Kabupaten Kutai Timur.
“Kutai Timur pak memiliki luas wilayah mencapai 35.747,50 km². Terdiri dari 18 kecamatan, 2 kelurahan, dan 139 desa. Kutai Timur memiliki beragam topografi dan potensi sumber daya alam yang melimpah,” ungkap Bupati Ardiansyah.
Ia menambahkan Kabupaten Kutim merupakan daerah perkebunan kelapa sawit terbesar di Provinsi Kalimantan Timur dengan luas sekitar 450.000 Hektare. Menurutnya, jika ditambah dengan milik warga luas perkebunan kelapa sawit sekitar 600 sampai 700 ribu Hektare.
“Kedepan Kutai Timur sedang memiliki konsep pembangunan energi terbarukan mengembangkan perkebunan seperti sawit,” bebernya.
Ia juga menyebut Kabupaten Kutim adalah miniatur Indonesia. Semua suku bangsa, adat istiadat dan bahasa ada di Kutai Timur. Ia berharap Kutim tidak hanya menjadi daerah penyangga, tetapi juga menjadi mitra yang aktif dalam pembangunan Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Kutai Timur, menurutnya, memiliki keanekaragaman budaya yang patut dibanggakan, tercermin dari adat istiadat dan keberagaman suku seperti suku Jawa dan Bugis.
Dalam kesempatan yang sama, Danrem Brigjen TNI Anggara Sitompul menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pihak militer dalam menjaga stabilitas dan keamanan, terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak serta kegiatan di IKN.
“Kaltim memiliki banyak potensi dan kegiatan nasional yang membutuhkan kerjasama dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Dengan menjaga kearifan lokal dan semangat persatuan, kita dapat menciptakan kondisi yang kondusif di Benua Etam ini,” ujar Danrem.
Danrem juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara berbagai elemen masyarakat dan suku di Kaltim, sebagai landasan utama dalam membangun harmoni dan kemajuan daerah. Dia optimis bahwa Kaltim memiliki potensi besar untuk menjadi provinsi yang aman, kondusif, dan layak menjadi pusat pembangunan di masa depan.
Kedatangan Danrem 091/ASN dan dialog yang terjalin menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan pihak militer, serta memperkuat semangat bersama untuk mewujudkan visi pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat Kutai Timur dan Indonesia pada umumnya.
