Jember – Dalam rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) yang berlangsung di Kecamatan Arjasa pada Jumat (29/8/2025), Bupati Jember Gus Muhammad Fawait meninjau langsung Puskesmas Arjasa. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat berjalan optimal dan bebas biaya.
Bupati menekankan pentingnya peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa fasilitas harus terjaga kebersihannya, lengkap secara sarana, serta ditopang tenaga kesehatan yang profesional. “Puskesmas adalah pelayanan dasar utama ujung tombak di Kabupaten Jember. Saya pastikan puskesmas harus bersih, fasilitas harus mumpuni, dan tenaga kesehatan diminta serius membantu menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, serta stunting,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Bupati memastikan bahwa seluruh warga Jember sudah terlindungi program Universal Health Coverage (UHC), sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya saat berobat di puskesmas. “Warga Jember harus mendapatkan layanan kesehatan gratis, tanpa biaya. Premi BPJS mereka sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya untuk masyarakat tidak mampu,” ujarnya.
Selain masalah pelayanan dasar, ia juga menyoroti kewaspadaan terhadap meningkatnya penyakit menular seperti campak dan demam berdarah. Menurutnya, Pemkab Jember akan segera menurunkan seribu tenaga kesehatan ke desa-desa untuk mempercepat penanganan kesehatan masyarakat. “Selain AKI, AKB, dan stunting, kita juga waspadai kenaikan kasus campak dan DB. Untuk itu, seribu nakes akan segera diturunkan ke desa-desa agar lebih cepat menangani permasalahan kesehatan masyarakat,” jelas Gus Bupati.
Namun, ia menyadari masih ada warga yang belum mengetahui haknya dalam program UHC. Untuk itu, Pemkab akan menggandeng tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, hingga pengajian desa dalam menyebarkan informasi tentang layanan kesehatan gratis. “Yang penting juga, masyarakat harus tahu bahwa ibu hamil bisa berobat gratis di puskesmas. Bahkan ketika melahirkan dengan risiko tinggi dan harus dirujuk ke rumah sakit, seluruh biayanya ditanggung pemerintah,” pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh menjadikan kesehatan sebagai prioritas pembangunan. Dengan UHC, warga Jember diharapkan tidak lagi terbebani biaya pengobatan, sekaligus mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. (ADV).
