Jember – Upaya penataan kawasan Pasar Kepatihan atau Gladak Kembar di Kabupaten Jember mulai menunjukkan hasil positif. Melalui patroli rutin yang dilakukan setiap hari, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jember berhasil membangun kesadaran pedagang kaki lima (PKL) untuk mematuhi aturan sehingga aktivitas jual beli tidak lagi mengganggu arus lalu lintas.
Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan oleh personel Satpol PP di kawasan Gladak Kembar, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas masyarakat mulai meningkat. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menciptakan ruang publik yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Jember, Bambang Rudianto, mengatakan patroli harian difokuskan untuk memastikan para pedagang tidak menggunakan badan jalan sebagai lokasi berjualan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Petugas kami terus melakukan patroli agar para PKL tidak berjualan hingga memakan badan jalan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan Jembatan Gladak Kembar,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Menurut Bambang, keberhasilan penataan tidak lepas dari pendekatan yang lebih mengedepankan komunikasi, edukasi, dan pembinaan dibandingkan tindakan represif. Cara tersebut dinilai mampu membangun kesadaran pedagang untuk menaati aturan secara sukarela.
Hasil pemantauan selama dua bulan terakhir menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Para pedagang kini telah menyesuaikan waktu operasional sesuai kesepakatan bersama, sehingga sebelum pukul 06.30 WIB area trotoar maupun badan jalan sudah kembali bersih dari aktivitas perdagangan.
“Alhamdulillah, para pedagang sudah semakin tertib. Mereka memahami aturan yang telah disepakati dan menjalankannya dengan baik,” katanya.
Ia menegaskan, pola pembinaan secara humanis akan terus dipertahankan sebagai strategi utama dalam penataan kawasan pasar tradisional. Pemerintah daerah berharap tercipta keseimbangan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan kepentingan umum, khususnya dalam menjaga kelancaran lalu lintas.
Selain memberikan rasa nyaman bagi pengguna jalan, penataan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih rapi, bersih, dan tertib sehingga memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.
“Kami berharap kesadaran ini terus terjaga sehingga ketertiban di kawasan Gladak Kembar dapat dipertahankan demi kepentingan bersama,” pungkas Bambang.
Keberhasilan membangun kedisiplinan PKL melalui patroli rutin menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Jember dalam mewujudkan tata kelola ruang publik yang lebih baik. Dengan sinergi antara pemerintah dan para pedagang, kawasan Gladak Kembar diharapkan tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.(ADV).
