Mojokerto – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus menggalakkan program Selasa Sehat Turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI) serta Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (SEJOLI). Program ini mengurangi angka stunting dan mendorong kemandirian lansia. Kegiatan terbaru dilaksanakan di Pendapa Desa Randegan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, yang menargetkan ibu hamil dan lansia.
Menurut laporan Kepala Desa Randegan, Gatot Dwitanto, dari 180 balita yang diperiksa, 14 di antaranya mengalami kurang gizi. Selain itu, 6 ibu hamil, dengan satu di antaranya berisiko tinggi (risti). Dan terdapat 360 lansia di Desa Randegan.
Bupati Ikfina menjelaskan stunting pada balita disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Untuk mencegahnya, pendekatan harus dimulai sejak remaja. Terutama menjelang pernikahan, agar calon ibu hamil memiliki asupan gizi yang cukup.
“Tingkatkan kesadaran akan gizi yang memadai. Terutama bagi calon pengantin. Bayi yang lahir dari ibu yang gizi cukup memiliki risiko lebih rendah terkena stunting,” ujarnya.
Ikfina juga menyoroti pentingnya ASI eksklusif hingga 6 bulan. ASI sebagai langkah penting dalam mencegah stunting. Ia menekankan perlunya memberikan makanan pendamping ASI. Seperti ayam dan ikan yang kaya akan protein.
Dalam arahannya, Bupati Ikfina juga menekankan pentingnya peran lansia dalam menjaga kesehatan.
“Dukung program ini dengan menjaga kesehatan, terutama tekanan darah, asam urat, dan kolesterol. Kita berharap tidak ada balita yang mengalami stunting dan lansia yang sakit di Desa Randegan,” tutupnya.
Program SEHATI dan SEJOLI menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk mengurangi angka stunting dan meningkatkan kemandirian lansia. Dengan dukungan masyarakat dan implementasi program yang konsisten, dapat terwujud.
