Kediri – Distribusi pangan tak sekadar soal pasokan, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat. Perum Bulog Cabang Kediri menawarkan peluang kerja sama bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk terlibat dalam distribusi bahan pokok seperti beras dan minyak goreng dengan sistem margin yang dinilai cukup jelas.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa kerja sama ini memberikan kesempatan bagi koperasi desa untuk menjadi bagian dari jaringan distribusi pangan. Ia menegaskan bahwa Bulog tidak menetapkan persyaratan yang rumit bagi pihak yang ingin bermitra. Selama dokumen legalitas telah terpenuhi, KDMP dapat langsung melakukan pembelian bahan pangan dari gudang Bulog.
“Yang penting secara legalitas dokumen sudah lengkap, mereka sudah bisa berbelanja,” ujar Harisun saat dimintai keterangan wartawan di Kediri, Rabu (11/3/2026).
Ia menyebutkan bahwa sistem harga yang diterapkan Bulog memberikan peluang keuntungan bagi mitra koperasi. Komoditas beras, misalnya, dijual dengan harga sekitar Rp11.000 per kilogram jika diambil langsung dari gudang Bulog. Sementara itu, jika menggunakan layanan pengiriman, akan dikenakan tambahan biaya sekitar Rp1.200 per kilogram.
Dengan skema tersebut, KDMP masih memiliki ruang untuk mendapatkan margin saat menjual kembali beras kepada masyarakat. Harga di tingkat distributor diperkirakan berada di kisaran Rp11.500 hingga Rp12.000 per kilogram.
“Sudah kelihatan marginnya. Ini yang membuat banyak pihak tertarik karena sistemnya jelas,” katanya.
Selain sistem harga yang transparan, Bulog juga memberikan fleksibilitas bagi mitra dalam pengambilan barang. KDMP tidak diwajibkan membeli dalam jumlah besar sekaligus, sehingga koperasi dapat menyesuaikan volume pembelian dengan kemampuan penjualan di lapangan.
“Misalnya dalam satu minggu bisa mengambil sampai empat kali. Tidak harus langsung mengambil lima ton sekaligus,” jelas Harisun.
Dalam kesempatan yang sama, Bulog juga memaparkan mekanisme distribusi minyak goreng. Penyaluran komoditas tersebut masih diprioritaskan untuk pasar-pasar yang masuk dalam pemantauan pemerintah melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Setelah kebutuhan di pasar utama terpenuhi, distribusi akan diperluas kepada jaringan KDMP.
Saat ini, Bulog telah menyalurkan sekitar 50 karton minyak goreng kepada setiap KDMP yang telah menjalin kerja sama. Namun jumlah distribusi tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah menyesuaikan pasokan dari pusat.
Harisun menegaskan bahwa Bulog tetap melakukan pengawasan terhadap jalur distribusi guna memastikan harga di tingkat konsumen tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah adanya praktik perantara yang dapat memicu kenaikan harga di pasar.
“Jangan sampai barang berpindah ke tangan kedua atau ketiga. Kalau sampai ketahuan, tentu ada sanksinya,” tegasnya.
Hingga saat ini, puluhan titik KDMP di wilayah Kediri dan sekitarnya telah menjalin kemitraan dengan Bulog untuk mendukung distribusi bahan pokok. Program ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas pasokan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui sektor distribusi kebutuhan pokok.
