Mojokerto – Nuansa toleransi terasa kuat saat Wakil Bupati Mojokerto, M. Rizal Octavian, menghadiri acara buka puasa bersama di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Mojosari pada Rabu (19/3/2025) sore. Kegiatan lintas agama ini menjadi momen istimewa, terlebih karena dilakukan bersama 42 anak yatim piatu dari berbagai latar belakang.
Wabup Rizal menilai kegiatan ini merupakan cerminan nyata dari sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, yang bukan hanya tentang kebebasan beragama, tetapi juga mengandung semangat saling menghormati dan menghargai antar umat beragama.
“Seperti pada sila pertama Pancasila, kita diberikan kebebasan untuk memilih beragama. Tetapi didalamnya juga kita diberikan celah untuk menghormati satu sama lain. Jadi, toleransi beragama bermakna saling menghormati, saling menghargai setiap keyakinan orang,” ujarnya dalam sambutan.
Acara ini turut dihadiri oleh para tokoh lintas agama, termasuk Pendeta, Ustad, Bhante, Camat Mojosari, serta Ketua TITD Kelenteng Hok Sian Kiong Mojokerto. Kehadiran berbagai pemuka agama ini memperkuat pesan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman.
Wabup Rizal juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus GKI Mojosari yang telah memfasilitasi acara ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya mempererat hubungan antarumat beragama serta membangun kebersamaan dalam kegiatan sosial.
“Semoga kedepan kita akan lebih baik hubungannya dan juga kedepan tidak hanya dalam hal perbedaan, tetapi kita juga bersama dalam kebaikan. Jadi mungkin ke depan banyak kegiatan-kegiatan sosial bersama-sama yang bisa kita lakukan bersama,” tambah Rizal.
Di akhir sambutannya, Rizal mengajak semua elemen masyarakat Mojokerto, terutama di wilayah Mojosari, untuk mendoakan kemajuan dan keberkahan bagi daerah mereka. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan kasih sayang dalam membangun Mojokerto yang lebih adil dan makmur.
“Dengan kekompakan, kasih sayang dan toleransi, mari berdoa agar Kabupaten Mojokerto senantiasa dinaungi keberkahan, keamanan, ketenangan, lebih maju dan lebih makmur,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua PSMTI Mojokerto, Setiajie Tanujaya, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Mojokerto.
“Sebagai organisasi sosial, kita menjaga kerukunan umat beragama terutama di Kabupaten Mojokerto. Semua harus rukun, makanya kita sering mengadakan acara-acara seperti ini,” ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan berbuka puasa, memperlihatkan kehangatan dan solidaritas lintas agama yang menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun masyarakat yang harmonis.
