Jombang – Dari hamparan kebun jambu yang tumbuh turun-temurun, Desa Gondangmanis kini menata langkah menjadi destinasi agrowisata unggulan. Upaya itu semakin kuat setelah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) membangun jalan lingkungan sepanjang 172 meter guna memperlancar akses menuju kawasan agrowisata di desa tersebut.
Desa Gondangmanis yang berada di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah mem-branding diri sebagai desa agrowisata jambu, khususnya jenis jambu bol. Tanaman yang telah diwariskan lintas generasi ini menjadi identitas sekaligus daya tarik wisata. Untuk menunjang kenyamanan pengunjung dan mobilitas warga, BRI melalui program BRI Peduli–Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggelontorkan anggaran Rp100 juta untuk pembangunan infrastruktur jalan desa.
Ketua Pokmas Maju Sae Desa Gondangmanis, Abdur Rohman, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menilai perbaikan jalan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat roda ekonomi lokal.
“Utamanya bagi para wisatawan yang ingin menikmati jambu Gondangmanis. Dengan jalan yang baik, tentu mereka akan leluasa menikmati suasana desa dan jambu yang tumbuh di pekarangan dan kebun warga,” ujarnya sumringah.
Menurutnya, jalan yang kini lebih mulus diharapkan menjadi urat nadi baru bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa. Selama ini, sejumlah pelaku usaha telah memanfaatkan momentum agrowisata untuk menjual produk olahan jambu maupun kuliner khas setempat.
BRI sendiri menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai lembaga penyalur kredit usaha, tetapi juga mitra pembangunan masyarakat. Melalui Program BRI Peduli, bank milik negara tersebut mendorong pembangunan berbasis komunitas (community-based development), yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengembangan ekonomi lokal.
Selain pembangunan jalan, Desa Gondangmanis juga memiliki agenda tahunan berupa Festival Jambu Gondangmanis yang rutin digelar setiap tahun. Agenda tersebut menjadi sarana promosi sekaligus penggerak ekonomi warga. Ke depan, pemerintah desa bersama kelompok masyarakat tengah menginisiasi program wisata petik jambu sebagai atraksi tambahan bagi wisatawan.
Abdur Rohman berharap kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan sektor perbankan dapat semakin memperkuat posisi Gondangmanis sebagai destinasi agrowisata berbasis potensi lokal. Dengan akses yang semakin baik, peluang kunjungan wisatawan diprediksi meningkat, sehingga berdampak langsung pada pendapatan warga.
Pembangunan infrastruktur ini menjadi bukti bahwa penguatan sektor pariwisata desa tidak hanya soal promosi, tetapi juga kesiapan sarana pendukung. Jalan yang lebih representatif diharapkan membuka akses ekonomi lebih luas, memperlancar distribusi hasil panen, serta mendukung geliat UMKM setempat.
Dengan dukungan infrastruktur dari BRI, Agrowisata Gondangmanis kini bersiap melangkah lebih jauh. Desa yang dikenal dengan jambu bolnya itu menatap masa depan sebagai destinasi wisata yang bukan hanya menarik, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan.
