Jember – Bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) gencar melaksanakan Sosialisasi dan KIA Program Bangga Kencana diseluruh Indonesia, salah satunya di Jawa Timur.Sosialisasi dan KIA Program Bangga Kencana dilaksanakan Sempusari Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jumat (14/10/2022).
Kegiatan itu dihadiri oleh Ir Nur Yasin MBA Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Dra. Maria Ernawati M.M Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan Drs Suprihandoko MM Kepada Dinas DPPPAKB Kabupaten Jember, serta 135 peserta undangan.
Nur Yasin DPR RI Komisi IX menjelaskan terkait idealnya setiap calon pengantin, pencegahan stunting harus dilakukan sejak tiga bulan sebelum menikah dan wajib memeriksakan kesehatannya. Berdasarkan Pasal 19 RUU Ketahanan Keluarga, pendampingan dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang terdiri dari bimbingan dan pemeriksaan kesehatan pra perkawinan.

Menurutnya, Stunting merupakan salah satu tugas semua pihak secara bersama yang harus segera diselesaikan. Pasal 21 RUU Ketahanan Keluarga Bimbingan pra perkawinan tersebut dapat berupa kursus dengan materi. Antara lain yang dengan materi.
Antara lain yang memuat tentang tujuan dan fungsi keluarga, kewajiban dan hak suami istri, kesehatan reproduksi, keharmonisan keluarga, pendidikan dan pengasuhan Anak, manajemen keuangan rumah tangga, dan wirausaha keluarga.
“Sosialisasi ini diberikan, agar para calon pengantin baru dapat mengambil ilmu yang diberikan oleh para narasumber. Supaya mereka dapat memahami dan dapat mencegah stunting sejak dalam kandungan. Sebagai mitra kerja, Komisi IX DPR RI terus ikut serta mengkampayekan cegah stunting sejak dalam kandungan, Sebab anak pembawa harapan,” jelasnya.
Sedangkan, Maria Ernawati, Kaper BKKBN Jatim menyampaikan, tugas BKKBN tidak sekedar kontrasepsi, tetapi bagaimana mengendalikan jumlah penduduk dan mewujudkan keluarga yang berkualitas.BKKBN memberikan pendampingan berdasar siklus hidup mulai dari dalam kandungan hingga lansia. Isu stunting merupakan isu besar yang saat ini juga ditangani oleh BKKBN.
“Stunting yang merupakan kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi dan infeksi yang berulang menjadi tantangan yang sangat serius dalam mewujudkan generasi emas.Cara mencegah stunting antara lain jangan nikah dini, persiapan pernikahan dan kehamilan dengan baik,” terangnya.
Untuk mencegah stunting perlu pemeriksaan kehamilan yang baik, pemberian asi eksklusif, pemberian imunisasi lengkap.
“Persiapan kehamilan dimulai sejak sebelum menikah, pemeriksaan lingkar lengan atas, kadar HB untuk ibu, calon suami juga harus disiapkan salah satunya mengurangi rokok jika merokok, mengkonsumsi Zink dan menjaga kesehatan ini yang disebut pre konsepsi,” pungkas Erna.
Dalam kegiatan tersebut, juga dibagikan doorprize kepada para peserta.
