Bondowoso – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat bekerja sama dengan H. Anas Thahir, anggota Komisi IX DPR RI, menyelenggarakan sosialisasi dan program KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) Bangga Kencana di Pesantren Mambaul Ulum, Bondowoso. Kegiatan ini merupakan upaya penanggulangan stunting dan mewujudkan keluarga yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk H. Anas Thahir anggota Komisi IX DPR RI, Soetriningsih S.Sos MSi Kepala Biro Keuangan dan Pengolahan Barang Milik Negara BKKBN RI, Anisatul Hamidah, M.Si Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Bondowoso, serta peserta sosialisasi.
Dalam sambutannya, H. Anas Thahir menekankan pentingnya Pembangunan Keluarga sebagai nyanyian utama untuk mencapai kemajuan bangsa di masa depan.
Tahun 2025 hingga 2035 dianggap sebagai fase puncak periode bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara optimal. Program Bangga Kencana hadir sebagai salah satu langkah untuk mencapai tujuan tersebut dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menekan angka stunting di Bondowoso.

Anisatul Hamidah, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Bondowoso, memberikan penjelasan tentang cara pencegahan stunting.
Ibu hamil diimbau untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan lainnya, hindari asap rokok, dan penuhi kebutuhan makanan dengan nutrisi yang baik. Selain itu, kunjungan rutin ke dokter atau posyandu untuk memantau pertumbuhan anak, serta memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan dan makanan pendamping ASI yang teraktivasi.
“Peningkatan pelaksanaan pendampingan bagi calon pengantin dan ibu hamil menjadi salah satu strategi percepatan penurunan stunting. Pendekatan keluarga berisiko stunting juga dilakukan guna mencapai target sasaran,” terang Anisatul Hamidah.
Soetriningsih S.Sos MSi, Kepala Biro Keuangan dan Pengolahan Barang Milik Negara BKKBN RI, menekankan agar generasi muda menjadi sasaran utama BKKBN.
Program sosialisasi Bangga Kencana diharapkan dapat mewujudkan keluarga yang sehat, produktif, dan berkualitas, sehingga nasib bayi yang baru lahir maupun yang akan lahir ke depannya dapat terjamin.Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan pemberian doorprize kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam upaya bersama mengatasi masalah stunting di Bondowoso.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara BKKBN, pemerintah, dan masyarakat diharapkan program Bangga Kencana dapat berhasil meraih tujuan mulia menciptakan Indonesia Emas 2045 melalui generasi yang sehat dan berkualitas. Stunting bukanlah masalah yang dapat diselesaikan sendiri, tetapi dengan sinergi yang kokoh, semua pihak dapat berkontribusi dalam membangun masa depan bangsa yang lebih gemilang.
