Tasikmalaya – Pengurus dan anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesi (APTISI) wilayah Priangan Timur menggelar silaturahmi untuk melakukan kerjasama dalam meujudkan kampus-kampus perguruan tinggi unggul. Silaturahmi dihadiri oleh para pimpinan perguruan tinggi di wilayah Priangan Timur di Universitas Cipasung sebagai tuan rumah, Rabu (22/12/2021)
Sekertaris Aptisi Ir Ubaidilah membuka pertemuan dengan menyebutkan pentingnya kerjasama untuk mewujudakan perguruan tinggi unggul di wilayah Priangan Timur dengan langkah-langkah akreditasi.
“Kunci suksesnya akreditasi perhatian pada komponen penilaian manajemen, penelitian dan pengabdian masyarakat, kualitas dosen, dan kualitas mahasiswa,” papar Ubaidilah Direktur Politeknik Triguna itu mengawali forum.

Silaturahmi APTISI tersebut diikuti 20 Perguruan Tinggi swasta se-Priangan Timur. Hasilnya, kampus-kampus tersebut sepakat menerapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) antar perguruan tinggi swasta dengan membebaskan mahasiswa berkuliah di perguruan tinggi swasta yang tergabung di APTISI Wilayah IV A Komisariat VII Jabar atau Priangan Timur.
Hadir juga dalam pertemuan ini, dewan penasehat APTISI dari Universitas Galuh (Unigal) Ciamis Dr Yat Rospia Brata. Sebagai rektor Unigal, ia telah merintis kerjasama internasional dan membuka kelas internasional.
“Action dulu dengan berkegiatan kemudian dilanjutakan dengan MoU. Supaya kerjasama tersebut tidak hanya menjadi wacana, tapi bisa menjadi konkrit untuk suatu yang lebih bermanfaat demi kemajuan bersama,” saran Yat Rospia.
Sementara rektor Universitas Perjuangan (Unper) Prof Yus Darusman menambahkan, salah satu kerja sama konkrit lainnya adalah mewujudkan adanya Merdeka Belajar Kampus merdeka (MBKM) gagasan mas menteri pendidikan.
“Merdeka belajar akan lebih mudah dilaksanakan secara efektif dan efisien, jika dalam kategori akreditasi yang selevel membuka kelas belajar dengan tidak melebihi rombongan belajar yang ada”, ungkap Yus Darusman.
Giliran Prof Dedi menyambung diskusi secara komprehensip. Ia mengurai Tridarma Perguruan Tinggi, Sitem Manajemen Mutu Internasional (SPMI), dan akreditasi dengan lebih rinci.
“Dalam mencapai perguruan tinggi unggul, kampus harus siap dengan perubahan pola lama ke pola baru, yakni dari tujuh standar ke sembilan standar,” terang Dedi mewakili Universitas Perjuangan Tasikmalaya.
Dr Ishak dari Universitas Galuh memaparkan langkah-langkah konkret dalam mewujudkan kerjasama dalam bidang pendidikan dan kewirausahaan. Ia menjelaskan mengenai student mobility kewirausahaan untuk mewujudkan kerjasama pendidikan dan riset.
“Adakan mata kuliah khusus. Itu menjadi ciri khas perguruan tinggi akan menjadi ikon unggulan dan minat mahasiswa luar untuk memilih kampus kita sebagai tempat MBKM merdeka belajar kampus merdeka,” terang Ishak memberikan salah satu kunci sukses di Unigal.
Lebih lanjut Ketua STIKes Bakti Tunas Husada (BTH) Tasikmalaya Hj Enok Nurliawati mengurai tridarma perguruan tinggi. Menurutnya, tidak kalah penting adalah penelitian dan pengabdian karena dua per tiga pada penelitian dan pengabdian
“Penelitian dan pengabdian itu dua per tiga dari tridarma perguruan tinggi. Kampus harus bisa menganalisis kemampuan dosen-dosennya. Karena jika LPPM naik dan dosen-dosen belum siap maka kesempatan mendapatkan hibah dosen pemula akan hilang,” ungkap Enok Nurliawati.
Kemudian secara teknis Dr Ani Heryani juga menyinggung konversi akreditasi perguruan tinggi yaang awalnya karegori A, B, C menjadi kategori baik, baik sekali dan unggul.
“Saat akan akreditasi baiknya melakukan strategi apakah segera melakukan atau diam sejenak untuk merumuskan keputusan yang tepat. Karena saat ini ada perubahan perpindahan dari kategori predikat akreditasi A, B, dan C ke kategori predikat akreditasi Baik, Baik Sekali, dan Unggul. Salah-salah perhitungan akan mengakibatkan turun kategori yang sebelumnya B setelah di konversi menjadi Baik, artinya kategori C,” urai Ani Heryani Ketua STIA YPPT Tasikmalaya.
Ke depannya program-program APTISI Priangan Timur akan berkembang, akreditasi hingga menentukan agenda silaturahmi berikutnya Februari 2022 di Garut. Silaturahmi itu juga sebagai bentuk kolaborasi antar perguruan tinggi swasta di Priangan Timur. Dengan begitu saling membantu perguruan tinggi yang merasa kuat untuk memberikan bantuan kampus yang baru.
Selanjutnya perguruan tinggi swasta baru nantinya semakin terbuka, karena saling tukar pengalaman. Buktinya kita menggandeng Uncip sebagai anggota baru menjadi tuan rumah silaturahmi APTISI. Isi pertemuan tersebut saling berbagi pengalaman positif, sehingga paham cara peningkatan akreditasi kampus swasta di Priangan Timur.
