Semarang – Jawa Tengah kembali menjadi sorotan dalam industri pariwisata Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan terselenggaranya Bursa Wisata Indonesia (BWI) ke-8 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia Dewan Pimpinan Daerah Jawa Tengah (ASPPI DPD Jateng) di Kelimutu Ballroom Hotel Grand Arkenso Parkview Semarang, Rabu (15/11/2023).
BWI 8 berhasil mengundang 136 seller dan 250 buyer dari berbagai biro perjalanan di seluruh Indonesia. Tema yang diangkat dalam acara ini adalah “Jateng Mempesona” yang menggarisbawahi pesona dan keindahan Jawa Tengah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.Ketua BWI Umum DPP ASPPI Agus Pahlevi mengatakan bahwa BWI 8 bertujuan untuk menjembatani para pelaku pariwisata di Indonesia.
“Kami ingin menciptakan kesempatan bagi seller untuk mempromosikan destinasi wisata mereka dan memberikan buyer akses ke informasi terbaru tentang industri pariwisata. Kami berharap bahwa acara ini akan menghasilkan berbagai kesepakatan transaksi yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat,” ujarnya.
Dalam rangkaian acara BWI 8, para peserta berkesempatan untuk menjelajahi potensi pariwisata yang belum terungkap di Jawa Tengah. Mereka juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan terkait dalam industri pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang R Wing Wiyarso menyampaikan apresiasi kepada panitia BWI 8. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan transaksi dan kolaborasi antar pelaku pariwisata di Indonesia.
“Saya berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar, bisa memberikan berkah buat kita semuanya, dan meningkatkan kesejahteraan buat teman-teman (para pelaku pariwisata) semuanya,” ucap Wing Wiyarso.
Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Pariwisata Kaltim H. M. Irvan Rivai mengungkapkan antusias Kaltim dalam mengikuti BWI ke-8. Ia mengatakan bahwa Kaltim tengah gencar dalam melakukan promosi pariwisata, terlebih setelah terpilihnya Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Ini merupakan kali pertama Dispar mengikuti BWI, dan kami merasa kegiatan ini sangat tepat mengingat Kaltim tengah gencar dalam melakukan promosi terlebih setelah terpilijnya Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN),” ujar Irvan.
Irvan berharap kunjungan ke Kaltim semakin meningkat seiiring dengan promosi yang dilakukan. Ia juga berharap BWI dapat dijadikan event tahunan yang diikuti oleh Dispar kedepannya.
BWI 8 telah menjadi salah satu ajang penting bagi pelaku pariwisata di Indonesia. Acara ini menjadi wadah bagi mereka untuk berkolaborasi, mempromosikan destinasi wisata, dan meningkatkan transaksi. Dengan terselenggaranya BWI 8, diharapkan pariwisata Jawa Tengah dan Indonesia dapat semakin berkembang dan berdaya saing.
