Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur, Yusri Yusuf, menyuarakan kekhawatirannya mengenai masa depan ekonomi Kutai Timur yang sangat bergantung pada sektor pertambangan. Ia mengingatkan bahwa tanpa rencana jangka panjang yang matang, daerah ini bisa menghadapi tantangan serius setelah sumber daya alam (SDA) tambang habis. Yusri meminta pemerintah daerah segera memetakan potensi yang ada dan merancang strategi untuk masa depan pasca-tambang.
“Pemerintah harus mulai berpikir bagaimana kabupaten ini pasca-tambang. Potensi apa saja di Kutim harus disiapkan dari sekarang, baik itu industri maupun ekonomi kreatif,” kata Yusri dalam wawancara dengan media di Ruang Kerjanya, Rabu (13/11/2024) Kemaren.
Menyiapkan Sektor Pengganti
Kepada awak media, Yusri menekankan bahwa Kutai Timur harus mulai mempersiapkan sektor-sektor lain untuk menggantikan pendapatan dari industri tambang yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Menurutnya, sektor-sektor seperti perkebunan, pariwisata, dan industri memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun perlu perhatian dan investasi yang serius sejak dini.
“Perkebunan sudah disiapkan, tapi pariwisata dan industri juga harus mulai dari sekarang. Sampai saat ini belum ada industri di Kutim. Kita harus cari potensi yang bisa diindustrikan,” lanjut Yusri.
Pernyataan ini merujuk pada fakta bahwa meskipun Kutai Timur kaya akan SDA, ketergantungan pada sumber daya alam, terutama tambang, menjadi tantangan besar ke depan. Yusri menekankan pentingnya untuk segera memulai pengembangan sektor-sektor lain agar daerah ini tidak mengalami keterpurukan ekonomi setelah sumber daya alamnya habis.
Sektor Perkebunan, Pariwisata, dan Industri
Yusri mencatat sektor perkebunan di Kutai Timur sudah menunjukkan beberapa perkembangan, namun sektor ini masih memerlukan pengelolaan dan dukungan lebih lanjut untuk mencapai potensi maksimalnya. Selain perkebunan, sektor pariwisata juga memiliki peluang besar, mengingat Kutai Timur memiliki kekayaan alam yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata, namun sektor ini masih belum maksimal dikelola.
“Pariwisata adalah sektor yang bisa diandalkan. Kita punya banyak tempat wisata alam yang bisa menarik wisatawan. Tapi itu semua harus dimulai dengan investasi dan perencanaan yang matang,” jelas Yusri.
Di sisi lain, Yusri juga menyoroti perlunya pengembangan industri di Kutai Timur. Saat ini, daerah ini masih sangat bergantung pada tambang dan belum banyak memiliki industri pengolahan. Potensi sumber daya alam yang melimpah seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menciptakan produk-produk industri yang bisa bernilai tambah lebih tinggi.
“Kita punya potensi sumber daya alam yang melimpah, tetapi harus ada pemikiran untuk mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Ini akan membuka lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pada tambang,” ungkap Yusri.
Pentingnya Perencanaan Jangka Panjang
Melihat tantangan yang ada, Yusri mengingatkan pentingnya perencanaan jangka panjang untuk masa depan ekonomi Kutai Timur. Menurutnya, pemerintah harus melakukan kajian mendalam tentang potensi ekonomi daerah dan mengidentifikasi sektor-sektor yang dapat dijadikan pengganti tambang. Kajian ini tidak hanya meliputi potensi alam, tetapi juga potensi manusia dan kreativitas masyarakat Kutai Timur.
“Pemerintah harus mulai memikirkan apa yang bisa diandalkan ketika tambang sudah tidak ada lagi. Seharusnya kita sudah punya gambaran jelas tentang itu sejak sekarang,” ujar Yusri.
Yusri juga mengusulkan agar Pemkab Kutai Timur mencari referensi dari daerah-daerah lain yang berhasil beralih dari ketergantungan tambang dan mengembangkan sektor ekonomi lainnya. Ia mencatat, banyak daerah di Indonesia yang telah berhasil melakukan diversifikasi ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.
“Mungkin kita bisa bikin kajian dan cari referensi dari luar. Kita tidak perlu mulai dari nol. Banyak daerah lain yang sudah lebih dulu berhasil mengelola ekonomi pasca-tambang, dan kita bisa belajar dari mereka,” tambahnya.
Urgensi Penyusunan Rencana Pembangunan
Menurut Yusri, langkah konkret yang dapat diambil adalah segera menyusun rencana pembangunan jangka panjang yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi kreatif. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang mendukung diversifikasi ekonomi.
“Ini adalah tugas bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Kami di DPRD juga siap mendukung dengan kebijakan yang mendorong perkembangan sektor-sektor baru ini. Yang penting adalah komitmen dari semua pihak untuk berkolaborasi,” jelas Yusri.
Selain itu, Yusri juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat Kutai Timur untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di sektor-sektor ekonomi baru. Dengan adanya pendidikan yang tepat, masyarakat Kutai Timur akan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan mengembangkan usaha-usaha yang bisa berkelanjutan.
“Generasi muda harus dibekali dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan. Itu salah satu hal yang harus diperhatikan pemerintah, supaya tidak ada yang tertinggal dalam perubahan besar yang akan datang,” tutup Yusri.
