Pasaman Barat – “Media adalah mitra kunci dalam membangun kesadaran lingkungan,” ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasaman Barat, Afkar, saat menerima kunjungan resmi dari jajaran pengurus baru Aliansi Jurnalis Online (AJO) Pasbar periode 2025–2028, Rabu (22/10/2025). Kunjungan tersebut berlangsung di ruang kerja Sekretaris DLH dan menandai awal kolaborasi antara institusi pemerintah dan komunitas jurnalis dalam mengawal isu lingkungan secara strategis.
Rombongan AJO Pasbar dipimpin langsung oleh Ketua Umum terpilih, Muhammad Fadli, didampingi Sekretaris Umum, Roni Pasrah, bersama sejumlah anggota. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi internal AJO Pasbar, sekaligus upaya memperluas kemitraan kelembagaan dengan stakeholder daerah.
Kepala DLH Pasaman Barat berhalangan hadir karena agenda rapat penting bersama pimpinan daerah. Meski begitu, audiensi tetap berlangsung dalam suasana produktif dan terbuka. Dalam pertemuan itu, Fadli secara resmi memperkenalkan struktur kepengurusan baru AJO Pasbar kepada pihak DLH dan menegaskan komitmen organisasi dalam menjalin komunikasi strategis lintas sektor.
“Kami memandang DLH sebagai mitra penting dalam kerja-kerja jurnalistik yang berbasis kontrol sosial dan edukasi publik. Isu lingkungan bukan sekadar isu lokal, tapi juga nasional dan global,” tegas Fadli.
Ia menambahkan, AJO Pasbar siap mendukung upaya DLH dalam menyosialisasikan program positif, sekaligus menyampaikan kritik membangun demi kemajuan pengelolaan lingkungan di Pasaman Barat.
Pernyataan senada disampaikan Roni Pasrah, yang menekankan bahwa seluruh jurnalis di bawah AJO Pasbar berkomitmen untuk menyajikan pemberitaan yang profesional, berimbang, dan berlandaskan Kode Etik Jurnalistik, terutama dalam isu-isu sensitif seperti lingkungan hidup.
“Kami paham, isu lingkungan menuntut kehati-hatian dalam penulisan. Komitmen kami adalah mengedepankan akurasi dan keberimbangan informasi,” ujarnya.
Sekretaris DLH, Afkar, menyambut baik kunjungan ini dan menyatakan keterbukaan DLH terhadap kerja sama yang lebih erat di masa mendatang. Ia juga menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Kepala Dinas yang berhalangan hadir.
“Kami berharap ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih konkret. Media adalah jembatan penting antara kebijakan pemerintah dan pemahaman publik,” ungkap Afkar.
Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai tantangan dan peluang pengelolaan lingkungan di Pasaman Barat, termasuk isu pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai simbol komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
