Jakarta — Ledakan protes yang terjadi di Peru berimbas pada pariwisata di negara tersebut. Kurang lebih 400 wisatawan yang hendak mengunjungi Machu Picchu harus terevakuasi, menyusul penutupan situs tersebut.
Para turis yang terdominasi wisatawan asing itu harus melakukan evakuasi pada akhir pekan waktu setempat. Menteri pariwisata negara itu, Luis Fernando Helguero, mengatakan benteng kuno Inca pada Sabtu (20 /1/2023) memang telah ia tutup. Dia juga tak membantah bahwa 417 turis terkena dampak dan terdampar di lokasi.
Pedro Castillo
Ratusan orang yang tersisa di Aguas Calientes, pintu gerbang ke tempat bersejarah itu, kemudian mereka evakuasi dengan bus dan kereta api.
Penutupan memang tidak bisa tertunda meskipun turis masih banyak yang berdatangan. Kata Helguero, kerusuhan politik yang sedang terjadi di negara itu membuat pemerintah harus mengambil jalan cepat, salah satunya dengan menutup situs tersebut.
“Untuk melindungi keselamatan wisatawan dan penduduk pada umumnya,” kata Helguero terlansir dari Independent.
Bukan cuma itu, pemerintah negara itu juga menutup The Inca Trail Network. Bahkan semua jalan setapak yang mengarah ke lokasi, juga mereka tutup. Penutupan dilakukan hingga waktu yang tidak bisa dipastikan.
Penutupan ini juga berimbas pada pengunjung yang telah membeli tiket untuk beberapa hari ke depan. Para wisatawan yang telah membeli tiket ke Machu Picchu mulai 21 Januari dan seterusnya bisa mengklaim pengembalian uang hingga sebulan setelahnya.
Sejak Desember 2022 lalu, ledakan protes terus terjadi di Peru. Protes terjadi setelah pendukung presiden yang dimakzulkan, Pedro Castillo mulai melakukan demonstrasi.
Tak hanya protes, kekerasan juga terjadi terutama di kota Lima dan Puno pada pekan lalu. Kekerasan itu menyebabkan sekitar 30 penduduk setempat terluka.
Akibat hal tersebut, pemerintah juga telah menginstruksikan agar masyarakat tetap diam di rumah, termasuk bekerja dari rumah.
Outlet berita juga melaporkan bahwa bagian dari kereta api Peru Urubamba-Ollantaytambo-Machu Picchu rusak dalam demonstrasi anti-pemerintah pada Kamis, yang menghambat evakuasi proses.
Pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri (FCDO) memperbarui saran perjalanannya untuk Peru, yang sekarang berbunyi: “Protes politik di berbagai bagian Peru, termasuk Cusco dan Lima terus berlanjut.
“Mereka tidak dapat terprediksi dan dapat meningkat dengan cepat, termasuk kekerasan. Anda harus berhati-hati. Jika memungkinkan, Anda harus tetap berada di tempat yang aman. Anda juga harus memantau media lokal, termasuk saluran media sosial.
“Wisatawan yang tiba di Peru harus menyadari bahwa perjalanan ke beberapa bagian negara mungkin tidak dapat mereka lakukan. Protes dapat menyebabkan gangguan perjalanan, termasuk dengan blokade jalan, penangguhan layanan kereta (termasuk kereta ke/dari Machu Picchu) dan penutupan bandara di berbagai bagian negara.”
