Jember – Nama Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait mulai diperbincangkan dalam bursa calon Gubernur Jawa Timur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029. Di tengah munculnya aspirasi masyarakat yang menginginkan dirinya naik ke tingkat provinsi, organisasi Laskar Sholawat Nusantara (LSN) mulai memperluas jaringan kepengurusan ke berbagai daerah di Jawa Timur.
Organisasi yang selama ini dikenal memiliki basis massa di Jember tersebut mengklaim telah membentuk kepengurusan di sejumlah kabupaten dan kota, mulai kawasan Tapal Kuda, Madura, hingga Surabaya dan Malang. Perluasan jaringan ini menjadi perkembangan menarik di tengah munculnya pembicaraan mengenai peluang Gus Fawait melangkah ke panggung politik provinsi.
Meski demikian, LSN menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan politik dari Gus Fawait untuk maju dalam Pilgub Jatim 2029. Bupati Jember tersebut disebut masih fokus menjalankan tugas dan menyelesaikan berbagai persoalan di daerah yang dipimpinnya.
Ketua Panitia Milad ke-7 LSN, Agus Nur Yasin, mengatakan bahwa aspirasi masyarakat yang menginginkan Gus Fawait maju sebagai gubernur sejauh ini masih sebatas dukungan dan doa.
“Beliau hari ini tetap fokus di Kabupaten Jember, menyelesaikan persoalan-persoalan di kabupaten. Jika kemudian teman-teman atau masyarakat menyampaikan dukungan Gus Fawait maju di Gubernur Jawa Timur, ini menjadi bagian dari doa,” kata Agus dalam konferensi pers Milad ke-7 LSN di Dira Argopuro, Jember, Minggu (1/11/2026) malam.
Menurut Agus, Gus Fawait belum pernah menyampaikan secara langsung rencana untuk mengikuti kontestasi Pilgub Jatim. Karena itu, pihaknya belum ingin menerjemahkan aspirasi masyarakat sebagai keputusan politik.
Ia menilai pembicaraan mengenai pencalonan gubernur masih terlalu dini, mengingat Gus Fawait saat ini masih mengemban amanah sebagai Bupati Jember.
Di balik munculnya aspirasi tersebut, Agus mengungkapkan bahwa LSN memiliki jaringan kepengurusan hingga tingkat ranting, bahkan dusun. Jaringan itu dinilai memungkinkan para pengurus berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi dari bawah.
Menurutnya, dalam interaksi tersebut muncul penilaian positif terhadap kinerja Gus Fawait selama memimpin Kabupaten Jember. Kepuasan yang dirasakan sebagian masyarakat kemudian berkembang menjadi harapan agar kepemimpinannya dapat berlanjut ke tingkat provinsi.
“Kita LSN ini punya pengurus sampai level ranting bahkan dusun. Sehingga tahu betul bahwa masyarakat itu punya kepuasan terhadap kinerja Gus Fawait di Kabupaten Jember,” ujarnya.
Agus menambahkan, pengurus LSN selama ini aktif berinteraksi dengan masyarakat di berbagai wilayah, mulai kawasan pedesaan, perkebunan, hingga pesisir pantai.
Ia menyebut jumlah anggota LSN mencapai ratusan ribu orang, dengan jumlah pengurus diperkirakan sekitar 11.000 hingga 13.000 orang.
“Ketika menyampaikan kepuasan Gus Fawait jadi Bupati Jember, tentu ada doa, ada ucapan yang kemudian menjadi harapan, kok tidak hanya di bupati saja, tetapi harapannya bisa ke gubernur,” jelasnya.
Perkembangan LSN tidak hanya berlangsung di Kabupaten Jember. Organisasi tersebut mulai memperluas jangkauan dengan membentuk kepengurusan di berbagai daerah di Jawa Timur.
Sekretaris Panitia Milad ke-7 LSN, M. Khoiron Kisan, sebelumnya menyebut kepengurusan LSN telah terbentuk di sejumlah wilayah, di antaranya Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, Surabaya, Gresik, Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, dan Malang.
Jaringan LSN juga mulai berkembang di Kalimantan, termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Banjarmasin.
Meski demikian, perluasan jaringan tersebut masih menghadapi tantangan, terutama untuk menjangkau daerah-daerah yang secara kultural tidak identik dengan basis masyarakat santri.
Agus menyebut kawasan Matraman, Pantura, serta sejumlah wilayah di bagian barat dan timur Jawa Timur menjadi sasaran pengembangan berikutnya.
Menurutnya, embrio kepengurusan di beberapa daerah, seperti Lamongan dan Gresik, sudah mulai terbentuk. Organisasi kini tinggal memperkuat koordinasi dan mempersiapkan langkah lanjutan.
“Memang ada beberapa kabupaten/kota di wilayah Matraman dan daerah Jawa Timur, seperti Pacitan, Ponorogo, Tuban, ini teman-teman sudah siap. Embrionya sudah ada, tinggal action saja,” ungkapnya.
Pengembangan jaringan di Surabaya menjadi salah satu langkah LSN untuk memperluas jangkauan organisasi di luar wilayah yang selama ini dikenal memiliki basis kultural santri.
Di tengah berkembangnya spekulasi mengenai peluang Gus Fawait maju dalam Pilgub Jatim 2029, Agus juga menepis anggapan bahwa peringatan Milad ke-7 LSN pada 8 November 2026 akan menjadi momentum deklarasi politik.
Ia menegaskan, kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Jember tersebut merupakan agenda rutin organisasi. Namun, pada tahun ini, perayaan milad dirancang lebih besar dengan melibatkan pengurus dari berbagai tingkatan, mulai ranting, PAC, DPC, hingga DPD.
“Milad ke-7 ini murni memang kegiatan kita yang selama ini sering kita rayakan. Khusus tahun ini kita ingin menghadirkan semua kepengurusan mulai tingkat ranting, PAC, DPC, sampai DPD,” katanya.
Ketika ditanya apakah kegiatan tersebut bisa dimaknai sebagai langkah awal atau penjajakan dukungan politik bagi Gus Fawait menuju Pilgub Jatim, Agus menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat.
“Kalau kemudian diartikan tanggal 8 November ini menjadi kick-off atau tes ombak, ya tinggal ukur saja syahwat politik kita masing-masing. Kalau memang diartikan ya enggak apa-apa, kalau pun tidak ya enggak apa-apa,” tandasnya.
Dengan semakin luasnya jaringan LSN dan munculnya aspirasi masyarakat, nama Gus Fawait kini mulai masuk dalam perbincangan politik menuju Pilgub Jatim 2029. Namun, untuk saat ini, belum ada deklarasi maupun keputusan resmi yang menyatakan dirinya akan maju dalam kontestasi tersebut.
