Jember – Semangat para kafilah Kabupaten Jember untuk mengharumkan nama daerah di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional semakin menguat. Bupati Jember Muhammad Fawait secara resmi melepas keberangkatan kontingen Jember menuju Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026).
Prosesi pelepasan berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha dan menjadi penanda kesiapan para kafilah untuk tampil dalam kompetisi MTQ tingkat nasional.
Pemerintah Kabupaten Jember memberikan apresiasi tinggi kepada para santri yang berhasil lolos hingga ke panggung nasional. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai sebuah prestasi membanggakan sekaligus bukti bahwa santri Jember memiliki kemampuan dan daya saing di tingkat nasional.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan, keberhasilan para kafilah tidak semata-mata diukur dari perolehan juara. Menurutnya, keikutsertaan di tingkat nasional sudah menjadi sebuah prestasi yang patut dibanggakan.
Gus Fawait juga meminta para kafilah agar bertanding dengan penuh percaya diri dan fokus memberikan penampilan terbaik tanpa terbebani target kemenangan.
“Pemerintah daerah juga mengimbau agar seluruh kafilah bertanding dengan fokus memberikan penampilan terbaik tanpa terbebani target kemenangan. Keikutsertaan mereka di ajang nasional dinilai sudah menjadi bukti keunggulan serta reputasi santri Jember yang luar biasa,” ujar Gus Fawait.
Tak hanya memberikan dukungan moral, Pemkab Jember juga menyiapkan bentuk apresiasi konkret bagi generasi muda berprestasi. Para kafilah yang berhasil menjadi juara nantinya diprioritaskan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri.
Kebijakan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para santri sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak generasi muda berprestasi dari lingkungan pesantren.
Menurut Gus Fawait, pengalaman para kafilah selama mengikuti kompetisi nasional juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santriwan dan santriwati lainnya di berbagai pesantren di Kabupaten Jember.
“Pengalaman berharga selama kompetisi diharapkan dapat ditularkan guna memotivasi santriwan dan santriwati lainnya,” katanya.
Lebih jauh, Gus Fawait menegaskan bahwa kapasitas santri tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an. Para generasi muda pesantren juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Hal itu, kata dia, tercermin dari keterlibatan kalangan santri dalam berbagai program strategis Pemerintah Kabupaten Jember. Dukungan tersebut antara lain terlihat dalam upaya mengaktifkan kembali Bandara Notohadinegoro hingga keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Pada MTQ XXXI Tingkat Nasional tahun ini, Jember mengirimkan para peserta terbaiknya untuk membawa nama daerah di tingkat nasional. Mereka diharapkan mampu tampil maksimal sekaligus membawa semangat dan nama baik Kabupaten Jember.
“Pada gelaran nasional tahun ini, Kabupaten Jember mengutus empat perwakilan terbaiknya untuk memperebutkan gelar juara,” tutur Gus Fawait.
Dalam kesempatan tersebut disebutkan sejumlah nama yang diberangkatkan, yakni Shinta Nuriyah, Herman Hidayat, Muh. Muftafairuz Dinejad, Makinatul Amninah, dan Moh. Helmi Fauzan Kamil.
Keberangkatan kontingen MTQ Jember ini sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pesantren dan para santri memiliki potensi besar dalam mengukir prestasi, sekaligus berkontribusi bagi kemajuan daerah.( ADV )
