Bondowoso – “Wajah kota” Bondowoso segera mendapat sentuhan baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menyiapkan penataan Alun-Alun RBA Kironggo menjadi ruang publik yang lebih hijau, modern, tertata, dan aman bagi masyarakat, termasuk dengan menghadirkan jogging track agar warga tidak lagi harus berolahraga di tepi jalan raya.
Penataan kawasan tersebut dilakukan Pemkab Bondowoso melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso. Kepala DLH Bondowoso, Henry Kurniawan, pada Jumat (28/8/2026), menjelaskan bahwa pembangunan jalur jogging menjadi salah satu bagian penting dalam konsep pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di pusat kota tersebut. Fasilitas itu disiapkan karena selama ini masih terdapat warga yang berlari maupun berolahraga dengan memanfaatkan bahu jalan, sehingga berisiko bersinggungan langsung dengan kendaraan bermotor.
“Kami tidak ingin lagi melihat warga Bondowoso bertaruh nyawa di bahu jalan raya hanya untuk mencari keringat. Itu miris dan sangat berbahaya. Pembangunan jogging track di Alun-Alun RBA Kironggo ini adalah jawaban nyata pemerintah untuk mengembalikan fungsi ruang publik yang aman dan manusiawi,” ujar Henry.
Menurut Henry, konsep pembenahan Alun-Alun RBA Kironggo tidak hanya diarahkan untuk mempercantik kawasan pusat kota. Pemerintah juga ingin mengoptimalkan fungsi alun-alun sebagai ruang bersama yang dapat digunakan masyarakat dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.
Dalam rancangan tersebut, Pemkab Bondowoso akan menghadirkan jalur olahraga yang lebih aman, menata kawasan agar terlihat semakin rapi dan estetis, sekaligus menciptakan ruang interaksi sosial yang nyaman. Anak-anak, masyarakat umum hingga kelompok lanjut usia diharapkan dapat memanfaatkan kawasan itu tanpa harus khawatir terhadap padatnya lalu lintas di jalan raya.
Keberadaan jogging track juga diharapkan dapat mendorong kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat. Warga yang sebelumnya memilih bahu jalan sebagai lokasi berlari nantinya mempunyai ruang khusus yang lebih terlindungi dari arus kendaraan. Dengan demikian, fungsi alun-alun bukan hanya sebagai ruang terbuka, tetapi juga menjadi tempat olahraga dan aktivitas sosial yang lebih representatif.
Henry menyebut penataan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan Alun-Alun RBA Kironggo sebagai salah satu ikon perkotaan Bondowoso. Kawasan itu diharapkan mampu menggambarkan perubahan wajah kota yang lebih modern tanpa menghilangkan fungsi sosial dan ekonomi yang telah tumbuh di sekitarnya.
“Ini adalah proyek wajah kota. Alun-Alun RBA Kironggo harus menjadi etalase modernisasi Bondowoso yang rapi dan estetis. Melalui sinergi kuat bersama kepolisian, kejaksaan, dan paguyuban PKL, kita buktikan bahwa pembangunan estetika kota bisa berjalan selaras tanpa harus mengorbankan stabilitas sosial maupun ekonomi warga,” katanya.
Sebelum memasuki tahapan pelaksanaan, rencana penataan Alun-Alun RBA Kironggo telah dibicarakan bersama sejumlah pemangku kepentingan dalam forum sosialisasi pada Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut melibatkan unsur Kejaksaan Negeri Bondowoso melalui Kasi Intel, Kasat Intel Polres Bondowoso, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Bondowoso, Lurah Dabasah, serta perwakilan paguyuban pedagang kaki lima (PKL).
Keterlibatan berbagai pihak itu menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan pembangunan kawasan dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan sosial maupun mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Dukungan dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, hingga paguyuban PKL dinilai penting karena kawasan Alun-Alun RBA Kironggo selama ini juga menjadi salah satu titik aktivitas warga dan pelaku usaha.
Pemkab Bondowoso menargetkan hasil penataan nantinya tidak sebatas memberikan perubahan secara visual. Kualitas lingkungan, kenyamanan ruang publik, keselamatan masyarakat ketika berolahraga, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi warga sekitar juga menjadi aspek yang ingin dipertahankan dalam pengembangan kawasan.
Meski demikian, pembangunan fisik hingga kini belum dimulai. Henry menjelaskan proses pengadaan masih memasuki tahapan akhir dalam pemilihan penyedia jasa konstruksi. Pemerintah juga masih menuntaskan agenda sosialisasi dengan pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan kawasan tersebut sebelum pekerjaan dimulai.
“Mengenai detail jadwal konstruksi, saat ini masih dalam tahap akhir pemilihan jasa konstruksi. Fokus utama kami adalah merampungkan tahapan sosialisasi. Yang jelas, eksekusi akan dilakukan dalam waktu dekat. Ini menyangkut penataan wajah kota, jadi kami ingin persiapannya betul-betul matang demi hasil yang memuaskan dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan penataan tersebut, Alun-Alun RBA Kironggo diharapkan berkembang menjadi ruang terbuka hijau yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga lebih aman, sehat, dan inklusif. Kehadiran jogging track menjadi salah satu langkah konkret untuk memberikan tempat olahraga yang layak bagi warga sekaligus memperkuat fungsi alun-alun sebagai ruang publik utama di pusat Bondowoso.
