.Jember – Ribuan pencari kerja memadati Gedung Serbaguna Kaliwates, Jember, seolah tak ingin melewatkan pintu menuju masa depan yang lebih pasti. Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar Jember Job Fair 2026 pada Kamis (27/8/2026), dengan jumlah peserta mencapai sekitar 4.800 orang.
Pelaksanaan bursa kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran. Kegiatan ini terutama menyasar masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, termasuk lulusan baru yang membutuhkan akses langsung ke perusahaan. Antusiasme peserta tahun ini meningkat tajam karena jumlah pencari kerja tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember Hadi Mulyono mengatakan pelaksanaan Jember Job Fair menjadi salah satu agenda yang sebelumnya disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait dalam program Wadul Guse ketika berlangsung di SMP Negeri 1 Jember.
“Agenda di bulan Agustus sebagaimana yang disampaikan Gus Bupati Jember saat program Wadul Guse, salah satunya adalah event Jember Job Fair. Alhamdulillah sesuai schedule, tanggal 27 Agustus tepat dilaksanakan Jember Job Fair ini,” ujar Hadi.
Menurut Hadi, tingginya jumlah masyarakat yang hadir menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap informasi lowongan serta kesempatan untuk bertemu langsung dengan perusahaan. Momentum tersebut juga dinilai menjadi gambaran bahwa fasilitas penempatan tenaga kerja masih sangat dibutuhkan masyarakat Jember.
“Jumlah peserta atau pencari kerja cukup banyak, hampir lebih dari dua kali lipat tahun kemarin. Ada sekitar 4.800 sekian pencari kerja yang ikut,” jelasnya.
Peningkatan tidak hanya terjadi dari sisi pencari kerja. Jumlah perusahaan yang ambil bagian dalam Jember Job Fair 2026 juga bertambah. Sebanyak 59 perusahaan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 50 perusahaan yang membuka layanan secara langsung di lokasi dan sembilan perusahaan yang mengikuti bursa kerja melalui sistem daring.
Untuk mengurai kepadatan peserta, Disnaker Jember menerapkan mekanisme pendaftaran yang lebih fleksibel. Pencari kerja dapat melakukan registrasi secara daring maupun datang langsung ke Gedung Serbaguna Kaliwates. Skema ini diharapkan memberi kemudahan bagi masyarakat sekaligus membuat proses pencarian dan pendaftaran lowongan lebih efisien.
Meski demikian, terdapat dua perusahaan yang mengharuskan pelamar hadir secara langsung, yakni Matahari dan Indomaret. Kedua perusahaan tersebut melaksanakan proses wawancara pada hari yang sama. Sementara perusahaan lainnya menggunakan mekanisme seleksi sesuai tahapan rekrutmen masing-masing setelah menerima lamaran dari peserta.
Di tengah tingginya jumlah pencari kerja, kondisi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Jember disebut menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Jember tercatat sebesar 3,06 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya dan berada di bawah tingkat pengangguran terbuka nasional maupun Provinsi Jawa Timur.
Namun, penurunan persentase pengangguran belum membuat persoalan ketenagakerjaan bisa diabaikan. Jumlah penduduk Kabupaten Jember yang besar membuat jumlah masyarakat yang membutuhkan pekerjaan tetap signifikan. Karena itu, perluasan penempatan tenaga kerja tetap menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
“Jumlahnya masih banyak karena Kabupaten Jember jumlahnya banyak. Dan itu menjadi konsen dari pimpinan kita, Gus Bupati Jember, yang selalu menyampaikan bahwa pengentasan kemiskinan adalah program utama atau program prioritas. Salah satunya melalui peningkatan penempatan tenaga kerja,” katanya.
Penyelenggaraan bursa kerja juga memiliki keterkaitan dengan agenda pengentasan kemiskinan. Akses terhadap pekerjaan dinilai menjadi salah satu jalur utama untuk memperkuat pendapatan keluarga dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Semakin banyak pencari kerja yang terserap perusahaan, semakin besar pula peluang menekan pengangguran dan persoalan sosial-ekonomi yang mengikutinya.
Melalui pertemuan langsung antara perusahaan dan pencari kerja, pemerintah berharap proses penempatan tenaga kerja dapat berlangsung lebih cepat. Bagi perusahaan, Job Fair menjadi ruang untuk menjaring calon pekerja sesuai kebutuhan. Sementara bagi masyarakat, kegiatan tersebut membuka akses ke berbagai lowongan dalam satu lokasi tanpa harus mencari informasi secara terpisah.
“Harapan saya mudah-mudahan ini berjalan lancar. Yang kedua, harapan saya bisa mengurangi angka pengangguran dan pencari kerja di Kabupaten Jember bisa diterima baik oleh perusahaan yang hadir di sini,” pungkasnya.
Jember Job Fair 2026 akhirnya bukan sekadar pertemuan perusahaan dan pelamar, tetapi menjadi salah satu instrumen Pemkab Jember dalam memperkuat penempatan tenaga kerja. Dengan keterlibatan 59 perusahaan dan sekitar 4.800 pencari kerja, kegiatan ini diharapkan menghasilkan penyerapan tenaga kerja nyata sekaligus memperluas peluang masyarakat Jember memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka.
