Jombang – “Jalur langit” menjadi pilihan Majelis Riyadhoh Qur’an Indonesia untuk melengkapi berbagai persiapan menyambut Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang. Di tengah kesibukan teknis dan aktivitas menyambut para peserta muktamar, lantunan ayat suci Al-Qur’an terus bergema melalui kegiatan semaan yang digelar selama tujuh hari tanpa putus sebagai bentuk ikhtiar batin dan doa untuk bangsa.
Kegiatan Sema’an Al-Qur’an tersebut berlangsung mulai Selasa (25/8/2026) hingga Senin (31/8/2026). Pelaksanaannya dipusatkan di sebuah rumah yang disewa dengan biaya hampir Rp70 juta di Jalan KH Wahab Hasbullah, Tambakberas, Kabupaten Jombang. Mengangkat tema “Do’a Untuk Bangsa dan Kesuksesan Muktamar NU Ke-35”, kegiatan itu diniatkan sebagai wasilah memohon keselamatan, kelancaran, dan keberkahan dalam penyelenggaraan forum lima tahunan warga Nahdliyin tersebut.
Suasana khidmat terlihat di lokasi ketika kegiatan berlangsung pada Kamis (27/8/2026) siang. Para jamaah mengikuti rangkaian semaan dengan tenang hingga selesai. Di bagian depan tempat kegiatan, spanduk Majelis Riyadhoh Qur’an Indonesia terpampang sebagai penanda bahwa ikhtiar spiritual tersebut menjadi bagian dari penyambutan terhadap agenda besar NU yang digelar di Kota Santri.
Setiap hari, lima hafiz dan hafizah bergantian membaca Al-Qur’an sejak selepas salat Subuh hingga seluruh bacaan selesai dikhatamkan. Tilawah yang terus mengalun itu mengiringi suasana Jombang yang mulai dipadati peserta, delegasi, dan tamu yang datang untuk mengikuti rangkaian Muktamar NU ke-35.
Koordinator kegiatan pada Kamis (27/8/2026), Nia, mengatakan bahwa persiapan sebuah agenda besar seperti Muktamar NU tidak cukup hanya dilakukan melalui kesiapan fisik, teknis, maupun organisatoris. Menurut dia, doa menjadi bagian penting yang harus berjalan beriringan dengan seluruh ikhtiar tersebut.
“Ini adalah ikhtiar kita lewat ‘jalur langit’. Kita memohon kepada Allah SWT agar Muktamar NU ke-35 diberikan kemudahan, dijauhkan dari segala marabahaya, dan membawa keberkahan untuk bangsa,” ujar Nia di sela-sela kegiatan.
Pernyataan tersebut menegaskan semangat Majelis Riyadhoh Qur’an Indonesia untuk menempatkan kegiatan keagamaan sebagai penguat sisi spiritual penyelenggaraan Muktamar. Sema’an Al-Qur’an tidak hanya ditujukan bagi kelancaran agenda organisasi, tetapi juga menjadi medium doa bersama bagi keselamatan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Kegiatan yang berada di bawah asuhan H. Gugus Joko Waskito itu juga membawa harapan agar momentum Muktamar NU ke-35 dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Doa-doa yang dipanjatkan melalui bacaan Al-Qur’an diarahkan bagi keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ketenteraman masyarakat, serta terciptanya suasana damai selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
“Selain ikhtiar zahir dari jajaran panitia, kekuatan doa dan Al-Qur’an adalah benteng utama kita. Semoga Allah SWT menurunkan pertolongan dan rida-Nya untuk kelancaran seluruh rangkaian Muktamar di Jombang ini,” pungkasnya.
Sema’an selama tujuh hari ini sekaligus memperlihatkan kuatnya tradisi spiritual yang tetap hidup di tengah penyelenggaraan agenda organisasi besar. Di saat panitia dan berbagai unsur terkait bekerja menyiapkan kebutuhan teknis Muktamar NU ke-35, Majelis Riyadhoh Qur’an Indonesia mengambil peran melalui doa dan bacaan Al-Qur’an sebagai pelengkap ikhtiar lahiriah.
Hingga berakhir pada Senin (31/8/2026), lantunan Al-Qur’an dijadwalkan terus mengalun setiap hari. Melalui rangkaian tersebut, para jamaah berharap Muktamar NU ke-35 di Jombang dapat berlangsung aman, tertib, lancar, serta menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi warga Nahdliyin dan masyarakat Indonesia secara luas.
