Jember – “Rumah perjuangan” segera memiliki alamat baru bagi keluarga besar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kabupaten Jember. DPD PSI Kabupaten Jember bersiap meresmikan kantor baru di Jalan Hayam Wuruk Nomor 127, Kecamatan Kaliwates, yang diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas partai, tetapi juga ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan mencari jalan keluar atas berbagai persoalan.
Ketua DPD PSI Kabupaten Jember, Fera Eka Aulina, dalam keterangan pers pada Kamis (27/8/2026), menyampaikan bahwa keberadaan kantor baru tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi PSI di Jember. Menurut dia, kantor itu merupakan simbol kekompakan, kemandirian, serta semangat gotong royong para pengurus dan anggota. Tempat tersebut nantinya akan digunakan untuk kegiatan organisasi, administrasi kepartaian, konsolidasi kader, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Dengan penuh rasa syukur, DPD PSI Kabupaten Jember akan meresmikan kantor baru sebagai rumah perjuangan bersama bagi seluruh pengurus, anggota, simpatisan, serta masyarakat Jember,” ujar Fera.
Ia menjelaskan, fungsi kantor tersebut tidak ingin dibatasi sebagai ruang kerja internal partai. PSI Jember menargetkan kantor barunya menjadi tempat masyarakat dapat berdiskusi, menyampaikan keluhan, bertukar gagasan, maupun mengomunikasikan persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Dengan konsep tersebut, kantor baru diharapkan menjadi titik pertemuan antara aktivitas politik organisasi dengan kebutuhan warga di tingkat akar rumput.
Fera juga menekankan bahwa kantor DPD PSI Kabupaten Jember tersebut bukan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Jember dan tidak berasal dari fasilitas pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan kantor baru dapat diwujudkan melalui partisipasi internal organisasi serta semangat kebersamaan pengurus dan anggota PSI di Kabupaten Jember.
“Kantor ini hadir murni berkat kekompakan, partisipasi, serta semangat gotong royong pengurus dan anggota PSI Kabupaten Jember,” tegasnya.
Kemandirian tersebut, lanjut Fera, menjadi bagian dari upaya PSI Jember menjaga batas antara kepentingan organisasi politik dan pemerintahan. Ia memandang keberadaan kantor yang dibangun atas kekuatan internal memiliki makna lebih luas daripada sekadar tersedianya bangunan untuk menjalankan agenda kepartaian.
“Bagi kami, ini bukan sekadar persoalan tempat atau bangunan. Ini adalah bagian dari komitmen PSI untuk menjaga kemandirian organisasi dan integritas politik,” katanya.
Dalam pengembangannya, kantor baru itu juga diproyeksikan sebagai “Rumah Solidaritas” bagi berbagai kelompok masyarakat di Kabupaten Jember. PSI Jember ingin membuka akses komunikasi bagi petani, buruh, nelayan, pedagang kecil, pelaku UMKM, perempuan, generasi muda, hingga warga yang membutuhkan ruang untuk menyuarakan kepentingannya.
“Politik bukan hanya urusan pemilu dan perebutan kekuasaan. Politik harus menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat, memperjuangkan keadilan, membela mereka yang membutuhkan keberpihakan, serta memastikan suara wong cilik benar-benar didengar,” ujarnya.
Fera turut mendorong masyarakat, terutama anak muda, agar tidak berhenti sebagai pengamat ketika menghadapi persoalan sosial di sekitarnya. Partisipasi warga, menurutnya, dapat diwujudkan melalui gagasan, tenaga, pemikiran, maupun keterlibatan dalam kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Mari masuk ke dalam ruang perjuangan, menyumbangkan gagasan, tenaga, pikiran, dan semangat untuk bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat,” ajaknya.
Di tengah persiapan peresmian kantor, PSI Kabupaten Jember juga mencatat pertumbuhan jumlah anggota baru. Fera menyebut sekitar 3.500 orang telah tercatat bergabung, sementara proses pendaftaran anggota masih terus berlangsung. Jumlah tersebut dinilai menjadi modal organisasi untuk memperkuat konsolidasi sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat.
“Saat ini anggota baru kami sudah ada 3.500 orang. Ini yang sudah menjadi anggota dan masih banyak yang mendaftar,” ungkapnya.
Selain menjadi pusat konsolidasi, kantor baru PSI Jember dirancang sebagai tempat warga menyampaikan persoalan secara langsung. Fera bahkan memperkenalkan pendekatan komunikasi tersebut dengan istilah yang ringan dan mudah diingat masyarakat.
“Kantor kami ini adalah merupakan rumah bagi masyarakat. Kalau di Pemkab Jember ada Wadul Gus, di sini ada Wadul Mbak Fera,” kata Fera sambil tersenyum.
Meski belum menyampaikan tanggal pasti peresmian, Fera memastikan agenda tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Insyaallah tak lama lagi kantor kami ini akan diresmikan,” pungkasnya.
Kehadiran kantor baru DPD PSI Kabupaten Jember pada akhirnya diharapkan tidak berhenti sebagai penanda fisik keberadaan partai. PSI Jember menargetkannya menjadi pusat konsolidasi, ruang dialog, dan jembatan komunikasi dengan masyarakat, sehingga aspirasi warga dapat dihimpun sekaligus diterjemahkan menjadi kerja nyata bagi kemajuan Kabupaten Jember.
