Kutim – “Bukan akhir pengabdian” menjadi pesan yang mengiringi langkah tujuh personel Polres Kutai Timur saat meninggalkan masa kedinasan. Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah memimpin upacara purna bhakti sekaligus tradisi wisuda purnabakti di Markas Polres Kutim, Rabu (26/8/2026), sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan panjang para personel selama mengabdi di Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Tujuh personel yang resmi memasuki masa purna bhakti tersebut adalah KOMPOL (Purn) Sudarko, KOMPOL (Purn) Budi Dwi Purwanto, KOMPOL (Purn) Suparman, KOMPOL (Purn) Ponimin, AKP (Purn) James N, AKP (Purn) M. Zamrudin, serta AKP (Purn) Suparmin. Upacara berlangsung di Mako Polres Kutim dengan dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Kutim Ny. Chintya Aryansyah, Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah, jajaran pejabat utama, personel kepolisian, serta anggota dan pengurus Bhayangkari Cabang Kutim.
Dalam amanatnya, AKBP Aryansyah menekankan bahwa berakhirnya masa dinas tidak serta-merta memutus semangat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Ia menilai masa purna bhakti justru menjadi fase baru setelah bertahun-tahun para personel mencurahkan tenaga, pikiran, waktu, hingga kepentingan pribadi dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Purna Bhakti bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan sebuah babak baru dalam perjalanan kehidupan setelah sekian lama mendedikasikan tenaga, pikiran, waktu, bahkan mempertaruhkan keselamatan dan kepentingan pribadi demi tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujar AKBP Aryansyah.
Menurut Kapolres, perjalanan panjang para personel yang memasuki masa pensiun menyimpan pengalaman berharga bagi institusi. Berbagai dinamika tugas, tantangan, serta suka dan duka selama berdinas dinilai telah ikut membentuk perjalanan Polres Kutai Timur sekaligus meninggalkan contoh bagi anggota Polri yang masih aktif.
“Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Polres Kutim, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para anggota yang telah menyelesaikan masa dinasnya di institusi Polri,” katanya.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan dedikasi yang telah diberikan selama bertahun-tahun. Kapolres berharap jejak pengabdian para purnabakti dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus, terutama dalam menjaga profesionalisme, disiplin, serta tanggung jawab sebagai anggota Polri.
Selain menyampaikan apresiasi, AKBP Aryansyah juga mengingatkan para purnabakti untuk tetap menjaga kehormatan dan nama baik institusi setelah tidak lagi terikat dalam kedinasan. Hubungan dengan masyarakat dan semangat pengabdian, menurutnya, tetap dapat diteruskan melalui kehidupan sosial sehari-hari.
“Meskipun secara kedinasan telah selesai, semangat pengabdian kepada masyarakat hendaknya tetap tertanam dalam kehidupan sehari-hari,” pesan AKBP Aryansyah.
Suasana penghormatan semakin terasa ketika prosesi wisuda purnabakti dilanjutkan dengan tradisi Pedang Pora. Kapolres Kutim bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kutim mendampingi para wisudawan menuju gerbang Pora sebagai simbol pelepasan dari masa tugas aktif menuju kehidupan purnabakti.
Dalam rangkaian tersebut, AKBP Aryansyah mengalungkan medali purnabakti dan menyerahkan buket bunga kepada perwakilan wisudawan beserta istri. Iringan musik dan puisi turut mengiringi prosesi yang berlangsung khidmat hingga para purnabakti melewati gerbang Pora. Tradisi itu menjadi simbol penghormatan terakhir secara kedinasan sekaligus ucapan terima kasih dari keluarga besar Polres Kutai Timur.
“Selamat memasuki masa Purna Bhakti. Terima kasih atas pengabdian, dedikasi, loyalitas dan pengorbanan yang telah diberikan kepada Polri, bangsa dan negara,” pungkasnya.
Pelepasan tujuh personel tersebut menandai berakhirnya satu fase pengabdian di lingkungan Polres Kutai Timur. Meski seragam kedinasan tak lagi dikenakan, pengalaman dan nilai pengabdian yang telah dibangun selama bertugas diharapkan tetap menjadi teladan sekaligus warisan bagi personel Polri yang melanjutkan tugas pelayanan kepada masyarakat.
