Malang – Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Bahari 2026 melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026 itu melibatkan 17 mahasiswa dengan pendampingan Febriyani Eka Supriatin, S.Si., M.Si. selaku dosen FPIK Universitas Brawijaya. Program difokuskan pada pendampingan 4P, yakni Penyuluhan, Pengolahan, Pengemasan, dan Pemasaran produk diversifikasi hasil perikanan berupa abon ikan tongkol.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Sambigede dan lingkungan SD Negeri Sambigede 3. Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa FPIK UB dalam mengoptimalkan potensi sumber daya perikanan lokal sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi masyarakat.
Pada tahap penyuluhan, mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya konsumsi ikan serta kandungan gizi ikan tongkol. Edukasi tersebut dikaitkan dengan upaya pencegahan stunting dan peningkatan kecerdasan anak sejak dini.
Sementara itu, penyuluhan kepada warga dan ibu-ibu PKK di Balai Desa Sambigede diarahkan pada pemahaman mengenai peluang peningkatan nilai tambah ekonomi dari diversifikasi hasil perikanan. Masyarakat diperkenalkan pada pengolahan ikan segar menjadi produk komersial yang higienis, bergizi, dan memiliki daya saing.

Setelah tahap penyuluhan, mahasiswa mendampingi warga secara langsung dalam praktik pengolahan ikan tongkol menjadi abon. Proses pembuatan dimulai dari penyiapan bahan baku, pembersihan, pengukusan, pencacahan daging ikan, pencampuran bumbu rempah, hingga penggorengan sampai menghasilkan tekstur abon yang renyah dan gurih.
Produk yang telah matang kemudian masuk ke tahap pengemasan. Abon ikan tongkol dikemas menggunakan standing pouch berbahan Polyethylene Terephthalate (PET) food grade dengan fitur zipper lock. Kemasan tersebut dipilih karena kedap udara, aman untuk makanan, membantu mempertahankan aroma dan kerenyahan produk, sekaligus memberikan tampilan yang lebih modern dan profesional.
Pendampingan tidak berhenti pada proses produksi. Mahasiswa juga memberikan pelatihan pemasaran digital kepada masyarakat dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp Business.
Warga dibekali pengetahuan mengenai pembuatan konten promosi visual, penataan produk, hingga teknik pengambilan foto produk agar terlihat lebih menarik. Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran abon ikan tongkol hingga ke luar Desa Sambigede.
Melalui program 4P tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan mengolah ikan, tetapi juga mampu mengembangkan produk secara mandiri mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran.
Program PKM Bahari FPIK 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Sambigede serta mendorong lahirnya UMKM berbasis perikanan yang tangguh dan berkelanjutan.
Sinergi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat juga diharapkan dapat memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan warga Desa Sambigede.
