Jember – “Citra baik tak lahir dalam semalam.” Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengajak media massa dan masyarakat ikut membangun wajah positif daerah melalui penyebaran informasi yang objektif, konstruktif, dan berimbang. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu modal penting untuk mempercepat pembangunan Jember setelah menghadapi berbagai ketertinggalan dalam satu dekade terakhir.
Kepala Diskominfo Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, S.STP., M.Si., pada Rabu (12/8/2026), mengatakan kemajuan daerah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, partisipasi berbagai elemen, termasuk insan pers dan masyarakat, diperlukan agar perkembangan pembangunan dapat diketahui lebih luas sekaligus menumbuhkan kepercayaan terhadap potensi Jember.
“Jember punya potensi untuk mengejar, bahkan menyalip dalam lima sampai 10 tahun ke depan,” ujar Regar, Rabu (12/8/2026).
Ia menilai peluang Jember untuk berkembang masih sangat terbuka. Dalam pandangannya, kemajuan Kabupaten Banyuwangi selama sekitar 10 hingga 15 tahun terakhir dapat menjadi gambaran bahwa suatu daerah mampu mengalami percepatan apabila potensi yang dimiliki dikelola secara konsisten serta didukung dengan citra daerah yang kuat.
Karena itu, Diskominfo berharap media dapat memberikan ruang pemberitaan secara proporsional terhadap berbagai program dan hasil pembangunan di Jember. Informasi yang disampaikan kepada publik diharapkan mampu menunjukkan perkembangan daerah secara faktual sehingga terbentuk persepsi bahwa Jember sedang bergerak pada arah pembangunan yang tepat.
Strategi memperkuat branding Jember, lanjut Regar, juga tidak hanya bergantung pada media massa. Kehadiran media sosial dinilai memberikan peluang kepada masyarakat untuk terlibat langsung mempromosikan berbagai potensi daerah melalui akun pribadi maupun ruang komunikasi digital.
“Kalau ada informasi positif tentang Jember, silakan dibagikan melalui status WhatsApp atau grup. Akun media sosial pribadi juga bisa membantu branding daerah,” katanya.
Pemanfaatan Instagram, TikTok, Facebook hingga WhatsApp dinilai dapat memperluas jangkauan informasi mengenai perkembangan Jember. Semakin banyak informasi positif yang tersebar, citra daerah diharapkan semakin kuat dan mampu menarik perhatian masyarakat dari luar wilayah.
Branding yang konsisten juga diharapkan memberi dampak ekonomi. Citra positif Jember diyakini dapat memperbesar peluang masuknya wisatawan, investor, serta pelaku usaha. Pariwisata menjadi salah satu sektor yang dipandang memiliki potensi besar karena pergerakan wisatawan dapat mendorong transaksi pada usaha kuliner, transportasi, penginapan, perdagangan, hingga sektor ekonomi kreatif.
Dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa, potensi wisatawan lokal juga dinilai sangat besar. Apabila sebagian masyarakat memilih menghabiskan waktu berwisata di wilayah Jember, aktivitas tersebut dapat membantu meningkatkan perputaran uang di tingkat lokal dan memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha masyarakat.
Penguatan daya tarik daerah tersebut juga didukung upaya Pemkab Jember membenahi konektivitas transportasi. Pemerintah daerah antara lain merencanakan pengaktifan kembali layanan bandara serta memperkuat akses perjalanan melalui moda bus dan kereta api. Konektivitas yang semakin baik diharapkan membuat mobilitas masyarakat, wisatawan, dan aktivitas ekonomi menjadi lebih mudah.
Pada kesempatan yang sama, Regar turut menyoroti pentingnya sinergi Diskominfo, media, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Bea Cukai dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satu perhatian bersama adalah meningkatkan pemahaman publik mengenai aturan kepabeanan dan cukai sekaligus bahaya peredaran rokok ilegal.
Program tersebut kembali dapat dilaksanakan pada 2026 setelah dalam dua tahun sebelumnya tertunda karena belum tersedia petunjuk dari Bea Cukai. Pelaksanaan kembali dilakukan setelah pemerintah memperoleh kepastian regulasi serta petunjuk teknis sebagai dasar kegiatan.
Regar juga menegaskan bahwa kemitraan pemerintah daerah dengan perusahaan media tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi media untuk menjalin kerja sama dengan Diskominfo Jember adalah verifikasi Dewan Pers.
Meski demikian, status verifikasi tidak serta-merta menjamin seluruh perusahaan media memperoleh kerja sama dengan pemerintah daerah. Pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kebutuhan komunikasi publik serta kemampuan fiskal Pemkab Jember.
“Kita membutuhkan sentuhan kreatif dari semua pihak untuk membuat Jember menarik, bukan hanya bagi orang luar, tetapi juga bagi masyarakat Jember sendiri,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi pemerintah, media, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, penguatan citra positif Jember diharapkan tidak berhenti pada promosi semata. Branding daerah diarahkan menjadi bagian dari upaya memperbesar kepercayaan publik, membuka peluang investasi, menggerakkan pariwisata, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Jember. (ADV)
