Jember – “Kesempatan ini belum tentu terulang kembali.” Pesan itu mengiringi pelepasan 38 anggota Kontingen Cabang Jember yang akan membawa nama daerah dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta. Pemerintah Kabupaten Jember memastikan seluruh kebutuhan keberangkatan kontingen ditanggung melalui anggaran daerah sehingga para peserta tidak dibebani biaya pribadi.
Pembekalan dan pelepasan kontingen dilaksanakan di Pendopo Wahyawibawagraha Jember pada Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait selaku Ketua Muscab Gerakan Pramuka Jember serta Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jember Ghyta Eka Puspita. Sebanyak 38 orang yang tergabung dalam kontingen dijadwalkan mengikuti Jamnas XII pada 13 Agustus 2026 hingga 20 Agustus 2026 di Cibubur.
Dalam pembekalannya, Muhammad Fawait menegaskan Pemkab Jember telah menyiapkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan kontingen. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh peserta yang telah terpilih dapat berangkat tanpa harus memikirkan persoalan biaya.
“Di media sosial beberapa saat yang lalu ada yang viral, karena ada kontingen yang harusnya berangkat dari satu kabupaten, akhirnya tidak berangkat karena tidak punya anggaran,” kata Muhammad Fawait.
Fawait menegaskan persoalan serupa tidak boleh dialami peserta dari Kabupaten Jember. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan generasi muda memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan kepanduan tingkat nasional.
“Kita pastikan anggarannya ada dan peserta yang ikut tidak perlu kita repotkan membayar uang sepeser pun. Ini semua karena cinta,” ujarnya.
Selain memastikan dukungan pembiayaan, Fawait mengingatkan para peserta agar memanfaatkan Jamnas XII sebagai ruang belajar dan memperluas pengalaman. Ia menilai kesempatan mengikuti jambore nasional merupakan momentum langka yang tidak dapat diperoleh setiap tahun.
“Kesempatan ini belum tentu terulang kembali. Setahu saya, lima tahun sekali. Berarti mungkin di periode saya pertama ini, ini adalah panjenengan yang terpilih semuanya, adik-adik semua yang terpilih untuk menjadi kontingen dari Kabupaten Jember,” tuturnya.
Ia menilai terpilihnya 38 anggota kontingen merupakan pencapaian tersendiri karena tidak semua pelajar di Kabupaten Jember mendapatkan kesempatan serupa. Para peserta tersebut akan mewakili daerah di tengah banyaknya pelajar yang juga memiliki minat dan potensi dalam kegiatan kepramukaan.
Menurut Fawait, pengalaman mengikuti Jamnas memiliki nilai yang tidak dapat sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Interaksi dengan peserta dari berbagai daerah, kehidupan di perkemahan, kedisiplinan, hingga kerja sama dinilai menjadi pembelajaran penting bagi perkembangan pribadi setiap peserta.
“Yang pertama adalah pengalaman. Pengalaman ini tidak ada di buku, tidak ada dalam teori-teori. Yang ada adalah dalam praktik-praktik seperti ini,” jelasnya.
Pengalaman tersebut, lanjut dia, dapat menjadi bekal bagi peserta dalam perjalanan pendidikan maupun kehidupan di masa mendatang. Kegiatan kepramukaan dinilai mampu melatih kemampuan beradaptasi, bekerja sama, memimpin, serta bertanggung jawab dalam berbagai situasi.
Fawait juga memberikan pesan khusus agar seluruh anggota kontingen menjaga sikap selama berada di luar daerah. Menurutnya, peserta tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa identitas sekolah, keluarga, organisasi Pramuka, dan Kabupaten Jember.
“Jaga nama baik Kabupaten Jember, jaga nama baik Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jember, jaga nama baik orang tua, jaga nama baik sekolah, jaga nama baik guru-gurunya,” pesannya.
Ia menekankan bahwa capaian prestasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan peserta selama mengikuti Jamnas. Karakter dan akhlak justru menjadi hal utama yang harus ditunjukkan dalam setiap kegiatan dan interaksi.
“Bagi saya juara adalah bonus, bagi saya prestasi adalah bonus. Yang paling utama adalah akhlak, karakter,” tegasnya.
Fawait berpandangan karakter akan menjadi salah satu modal utama yang menentukan perjalanan seseorang di masa depan. Nilai tersebut dinilai penting terlepas dari pilihan profesi maupun jenjang pendidikan yang nantinya dijalani para peserta.
Momentum Jamnas XII yang berdekatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi perhatian dalam pembekalan. Fawait meminta para peserta menjadikan nilai keteladanan dan pendidikan karakter sebagai pegangan selama mengikuti kegiatan.
“Maka saya titip sama adik-adik semua, akhlaknya dijaga dan tunjukkan bahwa masyarakat Jember adalah masyarakat yang bisa mencerminkan ajaran dari guru-guru kita terkait masalah pendidikan berkarakter,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris II Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jember Riyono menjelaskan, kontingen yang diberangkatkan terdiri atas 32 peserta didik, empat pembina pendamping, dan dua pimpinan kontingen. Empat pembina pendamping tersebut terdiri dari dua putra dan dua putri, sedangkan pimpinan kontingen terdiri atas satu putra dan satu putri.
Riyono menyampaikan, Jamnas XII Tahun 2026 akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Cibubur, Jakarta. Kontingen Jember diharapkan dapat menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, kekompakan, serta tetap menjunjung nilai-nilai utama Gerakan Pramuka selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Keberangkatan kontingen tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengejar hasil kompetitif. Jamnas juga diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter, kemandirian, kepemimpinan, tanggung jawab, serta memperluas jejaring persahabatan dengan Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan dukungan penuh Pemkab Jember dan pembekalan yang telah diberikan, 38 anggota Kontingen Cabang Jember diharapkan mampu menjaga nama baik daerah selama berada di Cibubur. Mereka juga diharapkan pulang membawa pengalaman, wawasan, dan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, keluarga, serta masyarakat.
