Kutim – “Arus prestasi mulai mengalir.” Tim Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Kutai Timur berhasil membawa pulang tujuh medali dari Open Tournament Wali Kota Cup di Balikpapan. Capaian tersebut menjadi sinyal positif dari proses pembinaan atlet lokal yang tengah dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Paser.
Ketua FAJI Kutai Timur, Pandi Widiarto, mengatakan keikutsertaan timnya dalam turnamen tersebut merupakan bagian dari uji coba sekaligus evaluasi program latihan. Selama beberapa bulan terakhir, para atlet telah menjalani persiapan secara intensif, baik dari sisi teknik dasar, ketahanan fisik, kekuatan, maupun kekompakan tim.
“Alhamdulillah, kemarin tim FAJI Kutai Timur mengikuti open tournament Wali Kota Cup di Balikpapan. Ini juga menjadi bagian dari tryout kami dalam rencana persiapan Porprov di Paser,” kata Pandi saat diwawancarai di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur, Selasa (4/8/2026).
Pandi yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur dan Ketua Fraksi Partai Demokrat itu menyebut persiapan tim FAJI Kutim telah menunjukkan perkembangan menggembirakan. Pengurus turut menghadirkan tenaga berpengalaman dari Bandung yang memiliki pengalaman di tingkat internasional untuk membantu meningkatkan kemampuan para atlet.
Menurutnya, hasil pembinaan tersebut mulai terlihat dalam turnamen di Balikpapan. Tim FAJI Kutim mampu meraih tujuh medali dengan mengandalkan atlet-atlet lokal hasil pembinaan berjenjang. Meski demikian, perolehan medali bukan menjadi sasaran utama dalam keikutsertaan mereka pada kompetisi tersebut.
“Alhamdulillah, hasilnya sudah mulai terlihat. Pada turnamen kemarin kami mendapatkan tujuh medali. Walaupun itu bukan target utama, dengan mengoptimalkan pemain lokal dan potensi lokal, hasil tersebut sudah sangat luar biasa,” ujarnya.
Capaian itu akan menjadi bahan evaluasi bagi pengurus dan tim pelatih untuk memperbaiki sejumlah kekurangan. FAJI Kutim masih memiliki waktu beberapa bulan guna meningkatkan kualitas latihan agar para atlet dapat tampil lebih maksimal ketika Porprov berlangsung.
Program pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang melalui kompetisi di tingkat sekolah. Atlet-atlet yang dinilai memiliki kemampuan dan potensi kemudian diseleksi untuk mengikuti latihan lanjutan sebagai bagian dari tim kabupaten.
Saat ini, FAJI Kutim memiliki dua kelompok atlet yang terdiri atas tim putra dan putri. Masing-masing kelompok diperkuat delapan atlet yang secara rutin mengikuti latihan. Kegiatan latihan dasar selama ini dilaksanakan di kawasan Folder Ilham Maulana, Sangatta.
“Selama ini kami latihan di folder untuk melatih teknik dasar, endurance, dan power. Kami memiliki dua kelompok, putra dan putri. Masing-masing ada delapan atlet yang intens mengikuti latihan,” jelas Pandi.
Ia menambahkan, target kepengurusan FAJI Kutim tidak hanya terbatas pada perolehan prestasi dalam Porprov. Pihaknya juga memiliki agenda besar untuk menyelenggarakan kejuaraan nasional arung jeram di Kecamatan Kombeng pada 2027.
Rencana tersebut didukung keberadaan lokasi arung jeram yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai arena kompetisi sekaligus tujuan wisata olahraga. Pengurus FAJI Kutim telah melakukan survei terhadap salah satu aliran sungai di kawasan tersebut dan menilai lokasinya layak diperkenalkan pada tingkat nasional.
“Saya menjadi Ketua FAJI bukan hanya menargetkan Porprov. Saya bersama teman-teman mempunyai agenda untuk melaksanakan kejuaraan nasional di Kombeng karena kita memiliki spot yang sangat luar biasa. Kami sudah melakukan survei dan lokasi itu sangat bisa dijual pada level nasional,” katanya.
Melalui rencana penyelenggaraan kejuaraan nasional, FAJI Kutim ingin menjadikan arung jeram tidak hanya sebagai cabang olahraga prestasi. Olahraga tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan sport tourism dan memperluas promosi potensi wisata Kutai Timur.
“Kami berharap FAJI ini bukan hanya berbicara olahraga prestasi, tetapi juga mendorong sport tourism agar Kutai Timur semakin dikenal secara nasional melalui olahraga arung jeram. Itu harapan kami pada 2027, mudah-mudahan dapat terwujud,” tutur Pandi.
Perolehan tujuh medali di Balikpapan menjadi modal awal bagi FAJI Kutim untuk melanjutkan pembinaan atlet secara konsisten. Dengan optimalisasi potensi lokal, latihan berkelanjutan, serta rencana pengembangan kejuaraan nasional, arung jeram diharapkan dapat menjadi salah satu cabang olahraga unggulan sekaligus daya tarik wisata baru bagi Kutai Timur.
