Bontang – “Program yang baik harus dijaga agar tetap baik.” Semangat itulah yang tercermin dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang. Hingga kini, program yang menyasar peserta didik tersebut dilaporkan berjalan lancar tanpa adanya persoalan yang menonjol, sekaligus menjadi kabar positif di tengah munculnya sejumlah kendala pelaksanaan MBG di beberapa daerah lain.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan hasil pemantauan yang dilakukan menunjukkan bahwa implementasi Program MBG di wilayahnya masih berada dalam kondisi yang kondusif. Berdasarkan laporan dan pengawasan di lapangan, belum terdapat keluhan signifikan yang berkaitan dengan kualitas layanan maupun distribusi makanan kepada para penerima manfaat. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Minggu (2/8/2026).
“Kami berharap di wilayah Bontang tidak seperti itu. Saya yakin Bontang belum ada keluhan terkait dengan permasalahan MBG,” ujarnya.
Ia menuturkan, hasil peninjauan langsung memperlihatkan respons yang positif dari kalangan siswa sebagai penerima manfaat program. Hidangan yang disajikan dinilai diterima dengan baik dan dinikmati oleh para pelajar, sehingga menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG di Kota Bontang telah memenuhi tujuan awal untuk menyediakan asupan bergizi bagi peserta didik.
Meski situasi saat ini dinilai berjalan sesuai harapan, Andi Faizal menegaskan bahwa fungsi pengawasan tetap akan dijalankan secara konsisten. DPRD Kota Bontang akan terus memantau pelaksanaan program guna memastikan mutu makanan, standar kebersihan, hingga proses pendistribusian tetap terjaga dengan baik di setiap satuan pendidikan yang menjadi sasaran program.
Menurutnya, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari kelancaran distribusi, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak terkait dalam menjaga kualitas layanan secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, koordinasi antara pemerintah, penyelenggara, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh para siswa.
“Maka kita harus menekankan pentingnya evaluasi secara berkala, agar setiap potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini dan program tetap berjalan optimal,” tutupnya.
Pelaksanaan evaluasi secara rutin diharapkan mampu menjadi langkah preventif dalam mengidentifikasi berbagai potensi hambatan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bontang diharapkan tetap memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi peserta didik sekaligus mendukung proses belajar yang lebih baik di lingkungan sekolah. (ADV).
