Pasuruan – “Tumbuh dengan suka cita” bukan sekadar slogan ketika ratusan warga memenuhi Taman Lumbung Pangan Nusantara, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Puncak Festival Hari Anak Nasional 2026 yang digelar pada Sabtu (25/7/2026) malam itu berubah menjadi panggung kebersamaan, tempat anak-anak menampilkan kreativitas sekaligus belajar mencintai lingkungan.
Sekitar 250 warga mulai memadati lokasi kegiatan sejak pukul 18.00 WIB. Festival bertema “Growth With Joy” tersebut menjadi penutup dari serangkaian kegiatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan Pemerintah Desa Kejapanan bersama mahasiswa Universitas Negeri Malang melalui program BBM. Acara dirancang bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran, pengembangan bakat, penguatan literasi, serta pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Kepala Desa Kejapanan, Randi Saputra, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional di desanya diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Melalui aktivitas bermain, belajar, dan berkarya, anak-anak diharapkan tumbuh sebagai generasi yang kreatif, berani mengekspresikan diri, percaya diri, serta memiliki karakter kuat.
“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi investasi sosial bagi masa depan anak-anak Kejapanan,” ujarnya.
Menurut Randi, keterlibatan pemerintah desa, mahasiswa, masyarakat, lembaga pendidikan, dan sektor swasta memperlihatkan bahwa upaya menciptakan lingkungan ramah anak membutuhkan kerja bersama. Festival juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tampil di depan masyarakat dan memperoleh apresiasi atas kemampuan yang mereka miliki.
Ketua panitia Festival HAN 2026, Rafi Yusuf Novianto, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Tingginya partisipasi warga dinilai menjadi bukti bahwa program yang disiapkan secara partisipatif mampu membangun rasa memiliki di tengah masyarakat.
Rangkaian puncak festival dibuka dengan pertunjukan tari dari siswa TK Dharma Wanita Persatuan 1 Kejapanan. Penampilan para siswa mendapat sambutan meriah dari warga yang memenuhi kawasan acara. Kemeriahan berlanjut melalui lomba peragaan busana tingkat sekolah dasar dengan menggunakan kostum dari bahan daur ulang.
Beragam bahan bekas diolah peserta menjadi busana dengan desain unik dan menarik. Selain menonjolkan kreativitas, peragaan busana tersebut menyampaikan pesan bahwa barang yang tidak lagi digunakan masih dapat dimanfaatkan menjadi karya bernilai. Konsep itu sekaligus mengenalkan pentingnya pengurangan dan pengelolaan sampah kepada anak-anak melalui kegiatan yang menyenangkan.
Suasana kebersamaan juga terlihat dalam penampilan puisi berantai serta hiburan musik yang melibatkan mahasiswa, panitia, dan warga. Berbagai pertunjukan tersebut membuat festival menjadi ruang interaksi yang mempertemukan unsur pendidikan, seni, hiburan, dan kepedulian sosial dalam satu kegiatan.
Pada kesempatan yang sama, mahasiswa UM BBM menyerahkan 205 eksemplar buku yang terkumpul melalui program Open Donasi Buku. Ratusan buku tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan pojok baca desa sekaligus memperluas akses anak-anak terhadap bahan bacaan yang berkualitas.
Penyelenggaraan festival turut memperoleh dukungan dari PT Tirta Investama Pabrik Pandaan atau AQUA Pandaan. Perusahaan tersebut berpartisipasi sebagai sponsor, khususnya dalam mendukung edukasi lingkungan yang dikemas melalui kreativitas anak.
Manajer SR-CSR AQUA Pasuruan, Hari Wicaksono, mengatakan dukungan perusahaan terhadap Festival HAN 2026 selaras dengan komitmen AQUA dalam mendorong kesadaran mengenai pengelolaan sampah plastik secara bertanggung jawab.
“AQUA bangga dapat menjadi bagian dari festival ini. Anak-anak menunjukkan bahwa edukasi lingkungan bisa dilakukan dengan cara menyenangkan melalui kreativitas, seperti memanfaatkan bahan daur ulang menjadi karya bernilai,” katanya.
Hari menambahkan, kegiatan yang melibatkan pemanfaatan bahan daur ulang tersebut sejalan dengan gerakan #BijakBerplastik. Kampanye itu terus didorong untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengurangi sampah, mengelola plastik setelah digunakan, serta membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Puncak Festival HAN 2026 kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang perlombaan yang telah berlangsung pada Kamis (23/7/2026). Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap keberanian, kemampuan, dan kreativitas para peserta.
Melalui festival tersebut, Desa Kejapanan tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah desa, mahasiswa, warga, sekolah, dan AQUA Pandaan juga memperkuat fondasi pendidikan karakter, budaya literasi, serta kepedulian lingkungan bagi generasi muda di Kabupaten Pasuruan.
