Bondowoso – Nampan-nampan makanan yang tiba di ruang kelas menjadi “bahan bakar” baru bagi semangat belajar anak-anak. Sebanyak 160 siswa di lingkungan SD Sukosari Lor, Kabupaten Bondowoso, menikmati santapan sehat melalui Program Makan Bergizi Gratis pada Jumat (31/7/2026).
Penyaluran makanan bergizi tersebut menjadi bagian dari intervensi pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak usia sekolah. Program itu dilaksanakan untuk mendukung pertumbuhan fisik, menjaga kesehatan, serta meningkatkan konsentrasi siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.
Keceriaan terlihat di SDN Sukosari 3 ketika waktu makan siang tiba. Para siswa duduk dengan tertib di ruang kelas sambil menerima nampan makanan yang telah dibagikan. Mereka tampak antusias menyantap menu yang disediakan sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Pada penyaluran hari itu, sebanyak 160 siswa di lingkup SD Sukosari Lor tercatat sebagai penerima manfaat. Penyediaan makanan dilakukan oleh Dapur Mitra Mandiri, salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi resmi di bawah Badan Gizi Nasional Republik Indonesia.
Dapur tersebut berlokasi di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso. Dalam operasionalnya, Dapur Mitra Mandiri memiliki tanggung jawab menyiapkan dan menyalurkan makanan bergizi kepada 2.731 penerima manfaat yang berada di wilayah pelayanannya.
Dari keseluruhan penerima tersebut, 160 siswa SD Sukosari Lor memperoleh paket makanan pada penyaluran Jumat (31/7/2026). Setiap porsi disusun dengan memperhatikan keseimbangan antara sumber karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh anak.
Menu yang disajikan terdiri atas nasi daun jeruk, ayam bakar kecap, tahu bumbu bali, tumis wortel dan labu siam, serta buah jeruk wogan. Nasi menjadi sumber energi utama, sementara ayam dan tahu berperan sebagai sumber protein untuk mendukung pertumbuhan serta pembentukan jaringan tubuh.
Sayuran berupa wortel dan labu siam disertakan sebagai sumber serat dan vitamin. Buah jeruk wogan melengkapi hidangan dengan kandungan vitamin C. Komposisi itu dirancang agar para siswa memperoleh makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memiliki nilai gizi seimbang.
Asisten Lapangan Dapur SPPG Sukosari, Fauziyah Agustin, mengatakan penyediaan makanan untuk anak-anak harus dilaksanakan dengan standar yang ketat. Pengolahan setiap menu, menurutnya, wajib memperhatikan kebersihan dapur, keamanan bahan pangan, serta kecukupan energi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tidak hanya sekadar memberi makan, tetapi memastikan setiap suapan yang masuk ke tubuh anak-anak ini aman, higienis, dan padat nutrisi. Komposisi menu hari ini, mulai dari ayam bakar kecap hingga sayur dan buah jeruk wogan, dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan energi harian mereka agar siap menjadi generasi yang cerdas dan fokus di kelas,” ujar Fauziyah.
Penerapan standar kebersihan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena makanan diproduksi dalam jumlah besar dan dibagikan kepada ribuan penerima. Proses pemilihan bahan, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi perlu dijaga agar kualitas dan keamanan santapan tetap terjamin saat diterima siswa.
Program MBG juga diarahkan untuk membangun kebiasaan mengonsumsi makanan sehat sejak dini. Melalui menu yang beragam dan seimbang, anak-anak diperkenalkan pada pentingnya mengonsumsi protein, sayuran, dan buah dalam kehidupan sehari-hari.
Pemenuhan gizi yang baik pada usia sekolah berperan dalam mendukung perkembangan fisik dan kemampuan belajar anak. Asupan makanan yang memadai diharapkan membuat siswa lebih bugar, tidak mudah lelah, serta mampu mengikuti pelajaran dengan konsentrasi yang lebih baik.
Selain memberikan manfaat langsung bagi siswa, pelaksanaan program tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap keluarga dalam memenuhi kebutuhan makan anak. Penyediaan makanan di sekolah dapat membantu memastikan siswa memperoleh setidaknya satu porsi makanan bernutrisi selama menjalani aktivitas belajar.
Keberlanjutan penyaluran MBG di Sukosari Lor diharapkan turut membantu menekan persoalan kekurangan gizi dan malnutrisi. Program ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki kualitas hidup lebih baik.
Melalui penyediaan menu yang aman, higienis, dan seimbang, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menghadirkan santapan di meja siswa. Program tersebut juga membawa harapan agar setiap anak memperoleh fondasi kesehatan yang kuat untuk belajar, tumbuh, dan menatap masa depan.
